Tampilkan postingan dengan label Korban Cinte. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Cinte. Tampilkan semua postingan
1

APA YANG BISA DIBERIKAN OLEH CINTA?

Posted by Santosa-is-me on 2:41 AM in
Fix, sepertinya gue memang harus musuhan dengan bulan Maret. Bulan ini memang selalu nggak bersahabat dengan kisah cinta gue. Gadis yang sama, patah hati yang serupa, galau yang tidak ada beda dalam dua tahun belakangan ini...

Mungkin gue dulu banyak dosa makanya Tuhan bikin kisah cinta gue kayak begini...

Gue nggak akan curhat di sini, karena gue bukan tipe orang yang doyan curhat-curhat nggak jelas (padahal paragraf sebelumnya juga isinya curhat). Gue cuma pengen nge-deep thinking sedikit saja. Tentang apa sih yang diberikan oleh sebuah cinta hingga bikin kita manusia tergila setengah mati padanya.

Gue sampai sekarang masih percaya dengan yang namanya cinta sejati. Seseorang akan menemukan seseorang yang benar-benar dia cintai dan mencintai dia. Sesederhana itulah cinta sebenarnya. Dua orang bertemu, jatuh cinta, kemudian menikah. Walau dalam kenyataannya tidak sesederhana itu. Cinta adalah hal paling ribet yang mendatangkan sejuta variabel hingga mungkin memunculkan sejuta kemungkinan yang tidak terduga.
Cinta itu melengkapi yang hilang....
Tapi apa sih yang bisa diberikan sebuah cinta? Rasa nyaman, rasa saling melengkapi, rasa cocok, rasa saling sepenanggungan. Bagi gue cinta adalah morfin paling ampuh buat menghadapi kehidupan yang memang penuh dengan hal-hal menakutkan. Lihat aja seorang cowok, berapa banyak ketakutan yang harus dihadapinya dalam hidup : sunat, kejepit resleting, UN, SMPTN, skripsi, nganggur, nikahin anak orang, ngehamilin anak orang (urutannya jangan salah yo) sampailah ke akhirnya mati. Nah cinta, yang bikin semua ketakutan yang dihadapi manusia itu nggak terlalu menakutkan dan bikin paranoid setiap saat. 

Cinta itu berbanding lurus dengan harapan. Seorang yang jatuh cinta adalah orang yang penuh dengan harapan tentang orang yang dicintainya. Begitupun sebaliknya, patah hati adalah bentuk kehilangan harapan kita terhadap orang yang kita cintai. Ketika harapan hilang, rasa sakitnya luar biasa hingga hati kita seolah benar-benar patah. Maka selama masih berharap, berarti masih ada cinta di sana. Yang menyedihkan itu kalo ngarep, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan.

Pada akhirnya, kalau kita coba hayati memang yang diberikan oleh cinta itu adalah harapan. Dan harapan, bagi gue adalah salah satu hal paling penting dalam hidup selain oksigen. Tak ada yang pernah tahu seseorang itu bakal masih ketemu sama hari esok atau nggak, tapi harapan menghadirkan sebuah optimisme. Membuat kita bergairah menjalani hidup. Jadi sederhananya cinta menghadirkan harapan, harapan melahirkan optimisme, dan optimisme menjadikan hidup penuh gairah.

Tapi yang namanya cinta dengan sejuta kemungkinannya, maka tak ada yang linear dalam kisah cinta. Tidak selamanya berakhir bahagia. Tidak juga selamanya berujung perpisahan. Ada banyak variabel dan juga banyak kemungkinan. Bahkan dalam kemungkinan-kemungkinan yang paling tak terduga sekalipun.

Hanya saja gue mau ngasih sebuah nasehat penting, ketika cinta yang kau harap tak mengharapkanmu, maka yang harus kau lakukan adalah pergi. Karena bisa jadi kau hanya akan mengganggu, hanya akan menjadi penghambat langkah, hanya akan jadi duri dalam daging, hanya jadi tembok yang membatas kebahagiaan. 

Idiom yang bilang bahwa cinta itu tidak harus memiliki memang bullshit banget menurut gue. Yang namanya cinta harus diperjuangkan sekuat tenaga. Tapi ya, pada saatnya nanti kita semua akan mengerti, bahwa ada cinta-cinta yang pada saatnya memang harus berhenti kita perjuangkan. Bukan karena dia tidak cukup pantas, bukan pula karena kita menyerah, atau karena kita lelah untuk memperjuangkannya, tapi karena kita tahu bahwa cinta kita hanya akan membuatnya terhalang dari kebahagian dan cinta sejatinya.

Cinta tak harus memiliki, yg penting dia bahagia dan gue (pura-pura) bahagi, hiks...
Cinta memberikan harapan. Terkadang cinta memberikan luka. Tapi yang lebih penting dari itu, harusnya cinta mampu menghadirkan pemahaman.

Bahwa kalo kita cinta sama orang, bukan gimana kita milikin dia, tapi gimana kita bahagiain dia....

7

MENINGGALKAN FEBRUARI

Posted by Santosa-is-me on 12:14 AM in
Udah berapa banyak sih puisi, lagu, kisah, drama dan film yang bercerita tentang cinta? Banyak, tak terkira. Hingga bahkan menggunung. Berlebihan malahan jadinya kayak sampah.

Jadi, mohon maaf kiranya jika malam ini gue bakal menambahkannya satu lagi. Semoga posting kali ini nggak jadi sampah, karena ini udah berdasarkan perenungan mendalam gue ketika sedang nungguin lampu mati yang nggak nyala-nyala.... Emang kampret nih PLN. #Ngamuk

Kalau tulisan ini jelek, salahkan PLN....
Cinta! Nat King Cole merasa sampe perlu menjabarkannya huruf per huruf. Gue sendiri nggak tertarik menjelaskannya dengan detail. Karena menurut gue, setiap orang yang berkesempatan hidup hingga cukup dewasa pasti pernah merasakan hal ini. Apapun bentuknya.

Tadinya gue selalu berfikir bahwa cinta adalah sesuatu yang spesial. Banyak orang udah ngelakuin kegilaan melewati batas kewajaran "cuma" gara-gara cinta. Bukan cuma itu, cinta juga mampu hadirkan faktor pengikut yang wujudnya tak terprediksi, mulai dari bahagia seperti yang diharapkan semua orang yang jatuh cinta, hingga patah hati, luka, dendam, friendzone, macem-macem...

Tapi di usia 27 tahun ini gue udah mulai melihat cinta dengan sudut pandang dewasa. Gue bukan lagi gue yang dulu, penggemar Bollywood yang menganggap cinta itu adalah joget-joget di belakang tiang listrik. Gue juga bukan lagi gue yang pernah ngikutin drama Taiwan yang menganggap cinta itu adalah milik Tauming Se dan Shan Chai. Dan gue juga bukan lagi gue yang menganggap bahwa Cinta itu adalah pacarnya Rangga, temennya Alya, Milli, Maura sama Karmen. Bagi gue di usia sekarang, gue nggak perlu lagi referensi soal kisah cinta. Gue punya kisah cinta gue sendiri.

Bagi gue cinta itu sederhana. Yang bikin cinta bisa hadir demikian penuh warna adalah manusia-manusia yang berada di dalamnya. Nggak perduli sesederhana apapun, manusia-manusia yang berada di dalamnya lah yang membuat kisah cinta itu jadi berbeda-beda. Dan hadirlah ia jadi inspirasi tanpa habis. Kisah roman yang nggak bosen buat diulang-ulang.

Ya, keunikan manusia-manusia yang terlibat di dalamnya lah yang memberikan sedemikan banyak warna dalam setiap kisah cinta. Gue percaya, tidak ada kisah cinta yang benar-benar persis sama. Sebagaimana halnya tidak ada manusia yang benar-benar persis sama. Kisah Jay Gatsby dan Daisy Buchanan tentu tak akan sama jika yang ada di dalamnya bukan mereka berdua. Kisah Cinta-Rangga tak akan mengharu biru seperti itu bila mereka bukan sebagaimana yang mereka kenal. Manusia lah yang memberi warna pada cinta.

Apa sih yang sedang ingin gue sampaikan? Hmmm gue sendiri nggak ngerti sih. Tapi yang pasti hidup ini sebenarnya penuh dengan duka. Penuh hal yang menakutkan dan ketidakpastian. Maka cinta adalah salah satu morfin yang membuat kita melewati kehidupan dunia tanpa selalu harus merasa paranoid. Cinta dan hal-hal membahagiakan lainnya adalah distraction untuk kita menghadapi ketakutan-ketakutan yang cepat atau lambat pasti bakal ditemui. Bahkan kalau mau jujur cinta itu sendiri kan penuh hal-hal menakutkan. Ditolak, digantung, patah hati, dikhianati, bahkan kalaupun berjalan bahagia, bukankah pada akhirnya cinta harus berpisah juga oleh kematian. Makanya sampai ada penyair yang bilang, seperti apapun jalannya kisah cinta, ujungnya pasti air mata. Bahkan kisah cinta yang pada akhirnya terpisahkan oleh kematian di usia senja mungkin jauh lebih menyakitkan. Bayangkan, puluhan tahun menjalani hidup bahagia bersama, kemudian harus kehilangan seseorang yang menemani kita menjalani kebahagiaan itu, weiii, I can't imagine that....

Jadi galau gue...!

Setiap orang punya kisah cintanya sendiri, nikmat saja....
Ya udah deh, mumpung februari yang sebenarnya nggak ada hubungan apa-apa sama cinta tapi gue hubung-hubungkan aja, baru saja lewat, mending kita coba memaknai cinta kembali. Menghormati manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. Jangan sampai manusia-manusia yang terlibat dalam kisah cinta itu sedemikian rendahnya, hingga cintapun jadi kehilangan makna...

Mari belajar memahami cinta. Mari belajar menjalin kisah cinta yang suci. Dan doakan gue mampu membangun kisah cinta yang indah. Terutama kalian yang masih jomblo dan sering di-bully. Katanya doa orang yang menderita itu dikabulkan Tuhan. So, doain gue ya ya ya....



2

YANG ISTIMEWA & YANG SELALU ADA

Posted by Santosa-is-me on 7:09 PM in
Pertama-tama, lagi-lagi gue merasa bersalah sama nih blog. Ditinggal sebulanan tanpa update. Sekalinya update cuma ngiklan. Yah, maklum aja ya mas bro, mbak sis, blogger juga manusia, dapurnya perlu ngebul. Perutnya perlu di isi. 

November ini gue nggak tau mau menggambarkannya kayak apa. Gue ulang tahun di bulan ini. Dan di separuh bulan ini gue seperti dapat hadiah paling indah yang bisa gue bayangkan buat ulang tahun gue. Nggak sih, gue bisa membayangkan hadiah yang lebih indah sih, tapi untuk ulang tahun ini, gue rasa apa yang gue dapat kali ini lebih dari cukup. Kalau mau dituliskan dalam kata, maka hari-hari gue itu bisa gue tulis sebagai "BAHAGIA."

Sama kayak November, hujan, bahagia,
dan juga hati yang patah nggak akan bertahan selamanya...
Oke, itu baru setengah cerita. Separuh ceritanya lagi, gue kemudian berada di dalam sebuah dilema dan harus memilih. Ya, "BAHAGIA" yang gue ceritain sebelumnya itu adalah sesuatu yang "NGGAK BENER." Gambarannya adalah bahwa gue sedang bahagia, tapi kebahagiaan gue itu dibangun atas (mungkin) penderitaan orang lain. Dan bagi gue ini mengganggu gue banget.

Maka, ketika dihadapkan pada dua hal antara memilih untuk bahagia atau melakukan sesuatu yang benar, gue akan tetap memilih untuk melakukan hal yang benar. Maka gue ambil keputusan itu. Membiarkan "BAHAGIA" tiba-tiba pergi dari hari-hari gue. Oke, belum cukup, kemudian dalam sekejap, "BAHAGIA" itu berubah menjadi hati yang patah. Bahkan bukan lagi sekedar patah, tapi juga repih, hancur, bersisa serpih-serpih. Tapi apa lagi yang bisa menggambarkan kondisi hati, ketika kita mengetahui orang yang kita cintai ternyata sangat mencintai orang lain. Ya, kira-kira gitu deh.... jangan tanya-tanya lagi....

Sorry, gue nggak mampu lebih egois buat kebahagiaan gue sedikit aja.... 
Gue nggak menyesali keputusan yang udah gue ambil. Meski kemudian gue hancur lebur. Tapi gue tau dasarnya adalah sesuatu yang benar. Atau minimal, paling nggak sesuatu yang gue anggap benar. Gue masih berharap suatu saat Tuhan bakal kasih kesempatan buat ngembaliin "BAHAGIA" itu ke hari-hari gue. Gue nggak tahu entah kapan. Yang pasti itu cuma bakal terjadi ketika gue nggak lagi harus merasa berdiri di atas derita orang lain. Atau kayak yang dibilang Damien Rice di akhir lagu I Don't Want to Change You-nya. Ketika sudah tak ada lagi bahaya, ketika cinta telah memilik mata dan tak lagi harus jadi buta.

Tapi, hari ini pas gue nulis ini, gue teringat satu kalimat yang pernah seseorang sampaikan ke gue. Katanya bahwa pada akhirnya, yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada. Gue selalu bertanya-tanya apakah itu benar?
Kalo bisa sih makan yang istimewa setiap hari.....
Yah, tapi pertanyaan yang selalu hadir bagi gue, apakah jika seseorang pada akhirnya memilih mencintai yang selalu ada itu, itu adalah cinta yang sejati? Atau hanya sebuah pelarian karena cinta yang istimewa itu tak sanggup untuk diraih? 

Gue percaya, mereka yang istimewa tak akan tergantikan. Sialnya, dalam banyak kasus, para wanita seringkali menjadikan pria yang salah untuk diistimewakan di hati mereka. Sementara ada orang lain, yang mencintai mereka, selalu ada untuk mereka, tak pernah mampu jadi istimewa untuk mereka. Ya, seperti yang sering gue bilang, mereka terus saja mencari segelas air, dan melewatkan anggur mahal yang sudah ada di dekat mereka dan hanya tinggal dinikmati (bukan kata gue sih, ini Dee sebenarnya yang ngomong). 

Gue mulai nggak ngerti gue lagi ngomongin apa ini... Tapi kalimat ultimate gue "Cinta itu memang penuh misteri" ada benarnya. Buktinya, entah bagaimana gue pada akhirnya mulai jadi meyakini kebenaran kalimat bahwa pada akhirnya yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada ini. Nggak, gue tetap meyakini bahwa yang istimewa akan tetap tak tergantikan oleh mereka yang selalu ada. Hanya saja, gue mulai merasa bahwa menjadi selalu ada itu nggak terlalu buruk-buruk amat. Malah di sanalah justru cinta itu diuji, apa benar ke- "Selalu adaan" itu tulus, tanpa tendensi apa-apa? Seseorang yang mampu selalu ada meski pada akhirnya ia tak pernah jadi istimewa bagi gue itulah cinta yang luar biasa. Bener sih, cinta tak harus memiliki itu bullshit banget. Tapi kalo kita percaya cinta itu sesuatu yang luar biasa, mungkin sudah saatnya kita percaya bahwa hal-hal luar biasa mungkin saja terjadi dalam sebuah kisah cinta.
Sederhana dan memang sesederhana itu...
Dan pada akhirnya gue percaya bahwa akan ada orang yang menjadikan gue orang yang paling istimewa dalam hidupnya. Entah itu orang yang pada hari ini gue berjanji pada diri gue sendiri akan selalu ada untuk dia atau bukan. Jika ya, tentu itu suatu yang sempurna. Tapi jika tidakpun, gue nggak nyesal. Masih ada seluruh sisa hidup gue yang bakal gue berikan pada orang tersebut.

Apaan sih ini? Makin banyak nyampah gue. Maklum bawaan malam minggu, sendirian di kafe internet, sambil makan indomie rebus sendirian. Ya, ampun, jomblo banget ya gue....

Malam minggu, di kafe, makan indomie. Cuma jomblo yang bisa begini... :D

3

MENUNGGU HUJAN REDA

Posted by Santosa-is-me on 1:00 AM in
Lagi musim penghujan nih di kota gue....
 
Gue, sialnya adalah orang yang paling nggak suka dengan yang namanya nunggu. Termasuk nungguin hujan berhenti. Makanya kalau emang gue udah nggak mau kemana-mana lagi alias mau pulang, dan gue sendirian, biasanya gue lebih milih nembus hujan ketimbang nungguin hujan teduh (gue belum punya mobil, beliin dong...). Jadi, kalo suatu saat ngeliat orang naik motor hujan-hujanan nggak pake jas hujan dan jalannya tetap nyantai (gue emang nggak punya mental pembalap sama sekali, maaf), mungkin itu adalah gue...
Apa yang lebih membosankan dari menunggu hujan reda?
Menunggu kamu membalas cintaku, eaaa....
Tapi kadang nggak bisa selalu begitu. Ketika gue masih harus melakukan sesuatu dalam keadaan kering, sementara hari hujan dan gue lupa bawa jas hujan, maka menunggu hujan teduh adalah perkerjaan yang nggak bisa terelakkan. Dan menunggu hujan teduh adalah pekerjaan paling membosankan. Apalagi kalo nunggunya disamping orang yang lagi pacaran. Nggak banget deh...
 
Tapi terkadang, menunggu hujan berhenti bisa juga menghadirkan sensasi yang berbeda ketimbang sekedar bosan. Dari dulu gue adalah orang yang percaya bahwa hujan punya magis tersendiri. Waktu masih bocah gue paling demen main hujan. Sampe emak gue suka marah-marah sama gue. Terutama kalau gue main hujannya setelah membuat sebuah dosa besar: lupa ngangkat jemuran.
 
Beranjak dewasa, gue mulai percaya bahwa hujan nggak cuma menghadirkan kegembiraan bagi jiwa kanak-kanak. Tapi juga mampu menghadir sensasi perenungan, pengharapan, rindu serta membangkitkan kenangan-kenangan. Mungkin efek kebanyakan melamun.
Rasa apa yang tercipta, kala menanti hujan reda...?
Gue pernah baca, konon katanya, hujan itu mampu menghadirkan semacam nada atau nyanyian yang cuma dapat didengar oleh orang-orang yang sedang rindu. Karena itulah, menunggu hujan adalah perkerjaan yang tak cuma membosankan buat gue namun sangat beresiko membuat gue galau karena teringat dengan kenangan yang gue rindu atau membuat rasa rindu pada orang yang gue sangat ingin temui jadi menggebu-gebu... Atau jangan-jangan gue aja yang lagi sinting?

Hujan bisa membuat gue jadi seperti itu... pada ngerasain juga nggak sih? Atau cuma gue yang “sinting” sendirian?

0

NO ESCAPE FROM HEARTBREAK

Posted by Santosa-is-me on 3:04 PM in
Mei ini bulan yang kampret banget buat gue...

Gue udah berhenti dengerin Payung Teduh karena gue anggap mengganggu psikis gue sebagai seorang lelaki yang merasa anti buat nangis. Gue merasa galau ini udah nggak produktif. Tapi gue nggak bisa ngelak. Dan bulan Mei ini adalah puncaknya.
Mereka bertanggung jawab atas kegalauan banyak lelaki...
Satu hal yang gue lakukan adalah mencari pelarian. Tried to get some distraction. Gue nggak pernah memasukkan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri sebagai bagian dari pelampiasan kegalauan gue. Yang gue lakukan adalah mengumpulkan kebahagiaan, walau terkadang itu menjadi salah satu tindakan paling bodoh yang gue lakukan.

Dan salah satunya yang gue lakukan adalah nonton ke bioskop.

Gue suka film. Dan diwaktu normal, gue biasa nonton hanya sekali dalam satu bulan. Terutama semenjak bioskop dengan sengaja menaikkan harga tiket. Dan herannya saya, entah mengapa para mahasiswa nggak berdemo seperti waktu pemerintah menaikkan harga BBM. Padahal tiket bioskop dan BBM sama pentingnya. Apakah mahasiswa-mahasiswa sekarang sudah kehilangan idealismenya? (ngawur sendiri...)
Wahai mahasiswa, mana idealisme mu kini,
lihatlah harga tiket bioskop melambung tinggi
Tapi ketika kemaren kekacauan fikiran gue mencapai puncaknya, gue ngelakuin tindakan yang rada ekstrim. Gue ngabur dari kantor jam 12 siang. Pergi ke bioskop, beli tiket, ambil kursi paling sudut sendirian, beli makanan dan minuman, terus matiin hape....

Yupz, itulah yang gue lakuin. Dan nggak cukup sampai di situ. Begitu selesai, gue malah beli tiket lagi, ambil kursi paling sudut sendirian lagi, beli makan dan minuman lagi. Hape sih emang udah gue matiin, jadi nggak perlu dimatiin lagi. Biar aja deh, temen sekantor pada nyariin.

Gue nggak pernah ngelakuin ini sebelumnya. 2 Studio secara beruntun. Mana makanan dan minuman di sana itu mahal, dan kita nggak boleh bawa makanan atau minuman dari luar pula (tapi temen gue bilang dia pernah makan nasi padang diem-diem di dalam bioskop. Sumpah, gue nggak tau hidup yang seperti apa yang sudah dijalani oleh temen gue itu.)
Adakah yang bisa membayangkan orang
yang makan nasi padang di tempat ini?
Dan apa hasilnya? Selepas nonton marathon itu, ternyata nggak mengubah apa-apa. Tetap aja perasaan gue berasa masih nggak enak. Bener, there is no escape on heartbreak. Dan satu hal yang gue rasa cukup mampu meringankan rasa galau gue selama ini adalah ngadu ama Tuhan. Trust me, it's work.

Dan besoknya, gue ditanyain kemaren kenapa nggak masuk kantor. Gue bilang aja dengan santai, ada yang meninggal. Yah... gue nggak bohong kok. Gwen pacarnya Spiderman emang meninggal kan? (Sorry buat yang belum nonton, gue spoiler dikit).
Cuma 1 alasan kenapa Peter bisa mutusin cewek kayak Gwen: karena ini cuma Fiksi
Oh ya, ntar, gue buatin review deh buat dua film yang gue tonton itu, Transcendence dan The Amazing Spiderman 2. Ketimbang cuma jadi obat galau yang gagal kan, mending jadi tulisan di marih... :)

5

PENYAKIT DIKALA HUJAN

Posted by Santosa-is-me on 9:34 PM in
Gue bukan ahli cuaca atau klimatologi atau pawang hujan, jadi gue nggak tau sebenarnya sekarang ini udah masuk musim hujan atau belum. Tapi yang pasti, dalam dua tiga hari ini, di tempat gue terus-terusan hujan lebat sejak siang menjelang sore hingga malam.

Oke, karena sering hujan, kita simpulkan aja deh ya kalo sekarang ini lagi musim hujan (maksa).

Sebenarnya nggak ada yang terlalu istimewa dengan hujan. Cuma air doang yang turun dari langit. Lagian hujan baru dianggap hebat karena turunnya kroyokan, coba mereka turunnya sendirian, pasti nggak ada yang perduli. Sama kayak para abg labil yang kalo tawuran beraninya rame-rame, coba sendirian....
Dengerin tuh blo, hujan aja nggak pernah sendirian...
Lagian, hujan sudah ditemui saban waktu. Nggak ada orang yang nggak pernah ketemu hujan dalam hidupnya. Pasti semua pernah ngeliat hujan. Eh, mendadak gue jadi kepikiran, di kutub ada hujan nggak ya? Apa mereka cuma ada hujan salju doang. Kalau kayak gitu, berarti statemen gue di awal paragraf ini harus diralat deh. Maklum deh ya, gue bukan pawang hujan soalnya....

Tapi buat gue, hujan selalu spesial. Karena hujan itu punya banyak hal. Melahirkan banyak inspirasi. Coba liat aja, berapa banyak musisi yang bikin lagu bertemakan hujan. Berapa banyak film yang make setting ketika sedang hujan, apalagi buat adegan perpisahan. Makanya waktu hujan datang, gue selalu menganggap itu adalah waktu perenungan, waktu-waktu untuk berdoa, waktu-waktu untuk menikmati kesendirian. Menatap titik-titik hujan dari balik jendela, dan membiarkan fikiran kita melayang-layang. Membiarkan doa-doa tergantung dan terbang bersama udara yang basah menuju langit mendung (cieee bahasanya...)

Allahumma Sayyiban Nafian....

Cuma musim hujan kayak sekarang juga mendatangkan beberapa penyakit yang mengganggu gue. Penyakit yang cuma datang dikala hujan dan dikala musim hujan kayak sekarang.

Penyakit Demam Berdarah dan Malaria

Musim hujan idientik dengan penyakit yang berhubungan dengan nyamuk kayak Demam Berdarah atau Malaria. Soalnya banyak air tergenang, nyamuk jadi suka bertelur, lalu jadi nyamuk, terus ngisep darah manusia, terus jatuh cinta sama abg dari golongan manusia, terus ada manusia srigala yang cemburu, terus..... kok jadi nyambung ke film Twillight sih? 

Pokoknya musim hujan gini, galakkan 3 M. Melihat, Meraba dan Menerawang. Eh, salah itumah buat ngecek duit palsu. Yang benar tuh, Menutup tempat penampungan air, Mengubur sampah yang mungkin jadi tempat menampung air, dan Memanggil pawang hujan (salah deng, gue lupa M yang satunya lagi apa, ada yang ingat?)
Yang ketiganya ternyata menguras....

Penyakit Alergi

Entah kenapa gue sering mendadak bersin-bersin dan ingusan kalo cuaca sedang dingin sekarang. Hidung mampet. Dan bawaannya nggak bisa jauh-jauh dari tisue. 

Sebenarnya hal ini nggak terjadi cuma gara-gara hujan. Kejadian yang sama juga terjadi kalau lagi banyak debu. Makanya gue bisa menyimpulkan bahwa gue alergi sama debu dan cuaca dingin. Nggak selalu sih, tapi sebagian besar sih terjadinya begitu. 

Satu hal yang gue nggak doyan dari kondisi gue yang ini adalah gue jadi buang-buang tisue. Padahal sebagai pencinta lingkungan gue tahu bener dari apa tisue-tisue dibuat. Dari pohon. Jadi betapa sedihnya gue, kalo lagi flu atau alergi, gue adalah perusak hutan. Maafkanlah gue hutan-hutan Indonesia. Mudah-mudahan para ilmuwan bisa segera menemukan E-tisue biar nggak perlu tisue dalam bentuk fisik lagi (emang bisa kayak gitu?)

Penyakit Kepengen Kawin

Ett... jangan ngeres dulu ya. Emang ada yang bilang musim hujan begini adalah musim kawin. Tapi menurut gue, kalo musim hujan gini emang berasa menyenangkan kalau udah punya istri. Pulang kerumah kehujanan ada istri yang nyambut. Ngebawain handuk, bikinin kopi hangat dan nyiapin baju ganti. Kalo laper bisa minta buatin indomie. (Disclaimer: ini cuma terjadi dalam rentang 2 tahun pernikahan).

Lha, sekarang, pulang-pulang hujan, bawaannya menggigil. Nggak ada yang nyiapin handuk, nggak ada yang bikinin kopi, nggak ada yang nyiapin baju ganti, nggak ada yang masakin Indomie. Sekarang kalo hujan, gue cuma bisa ke warkop dekat rumah, dan minta buatin kopi hangat dan dimasakin indomie sama cece tukang jaga warkop. Oh cece penjaga warkop hanya kamu yang setia bikin kopi dan masakin gue indomie. Mau nggak nikah sama gue?

Penyakit Lapar

Musim hujan bawaannya lapar melulu. Ketika cuaca dingin, gue selalu kepengen makan yang hangat-hangat. Kalo lagi di rumah, saban waktu bawaannya ke dapur mulu mau ngeliat masakan emak gue apa. Kalo emak gue lagi nggak mood masak, gue nekat pergi ke warkop dan minta masakin indomie. Dan si cece penjaga warkop selalu mau ngebikinin. Dan gue baru datang aja dia udah nyamperin "Mau pesen apa?" Duh cece cakep, kamu kok perhatian banget sih sama gue.

Gue sebenarnya lagi semangat buat nurunin berat badan gue. Cuma di musim hujan kayak sekarang, usaha gue terancam gagal. Inilah penyakit yang sangat fatal di musim hujan, penyakit laper. Jangan-jangan keluar musim hujan berat badan gue nambah lagi. Sia-sialah usaha gue. Pantes waktu kemaren gue cerita kalo gue pengen diet, temen gue jawabnya cuma satu, "Tuhan nggak suka perbuatan yang sia-sia."

Penyakit Ngantuk

Nungguin hujan berhenti. Cuaca dingin. Dan selimut hangat. Ya, ketiga hal ini adalah kolaborasi yang bikin gue rasanya kepengen selalu masuk ke tempat tidur, narik selimut tinggi-tinggi dan tidur kayak orang mati.
Hujan itu benar-benar "anugrah"
Musim hujan bawaannya kepengen tidur melulu. Seandainya setiap hari adalah hari minggu, dan setiap hari hujan turun, maka gue mungkin nggak keluar-keluar dari dalam selimut. Mungkin gue udah kayak berang-berang yang lagi hibernasi (berang-berang ada hibernasinya nggak sih?). Tapi kalo kejadian kayak gini terjadi, emak gue yang bisa marah-marah gara-gara anak-anaknya nggak kerja dan cucian nggak kering-kering...

Penyakit Rindu

Sesuatu yang menurut gue paling menakutkan dari hujan adalah kemampuannya untuk membangkitkan kenangan. Hujan seolah jadi pemicu paling ampuh buat membongkar kembali kotak memori di kepala gue. Bahkan sampai memori yang sudah coba kita lupakan.

Seperti yang terjadi kemaren pada gue. Saat itu gue terjebak hujan karena nggak bawa mantel hujan. Kemaren itu malam minggu, dan sambil memandangi rinai-rinai hujan yang lebat, gue mendadak teringat dengan seseorang. Dan dengan bodohnya gue membuka hape gue, kemudian membuka facebook. Laman facebook seseorang yang sedang ingin gue lupain. seseorang yang bahkan sampai gue bela-belain nge-unfriend dia dari pertemanan di facebook buat ngelupain dia. Tapi bodohnya malam itu gue buka lagi laman facebooknya.

Dan percaya nggak percaya, malam itu gue nangis. Beneran nangis. Gara-gara baca status dia. Bukan, bukan karena dia bikin status yang bikin gue ngerasa cemburu atau kesel. Tapi status yang bikin gue ngerasa bersalah. Status yang bikin gue kepengen berada di sana di suatu tempat yang nggak jauh dari dia dan gue bisa ngelakuin sesuatu untuk dia. Gue, nggak bisa cerita seperti apa statusnya. Yang pasti status itu bikin gue merasa bersalah dalem banget. Dan gue nggak ngelakuin apa-apa. Nggak juga bahkan komen atau nge-like. Karena gue emang nggak bisa.

Hujan selalu punya cara buat membuka memori dan kenangan. Bahkan kenangan yang mampu membuat gue menangis malam kemaren. Dan yang bisa gue lakuin kemudian hanyalah: Menulis puisi...
Pemandangan seperti ini berbahaya buat kenangan....
Semoga hujan punya cara untuk membuat gue bisa menebus semua rasa bersalah yang sedang gue rasakan....

3

OBAT PATAH HATI

Posted by Santosa-is-me on 1:49 PM in
Setiap orang pasti pernah ngerasain patah hati, nggak terkecuali gue...

Biar kata gue gantengnya seantero jagad, tapi kalo udah berurusan dengan yang namanya perempuan kadang emang jadi susah ditebak. Mereka emang susah di mengerti maunya. Makanya ada yang bilang kalo perempuan itu datang dari planet Venus. Mereka ternyata alien (kesimpulan yang asal.....)
Inikah wujud asli para wanita?
Nah, ceritanya gue baru-baru ini lagi patah hati. Jangan tanya kayak gimana ceritanya, karena gue nggak bakalan cerita di sini. Nggak sekarang. Cukup tau aja kalo gue lagi patah hati. Dan gue kemaren sempat mellow-mellownya. Bayangkan, dari ngedengerin lagu "Satu Hari di Bulan Juni"-nya Tulus playlist gue loncat ke lagu "Biar Menjadi Kenangan"-nya Rezza Artamevia dan Masaki Ueda.

Kalo ditanya, gimana sih nggak enaknya patah hati itu? Gue bilang itu hampir mirip kayak dicium sama dementor. Gue jadi merasa seperti orang paling malang sedunia. Semua kebahagiaan seperti tersedot dari diri gue. Mau ngapa-ngapain jadi kehilangan semangat. Berasa hidup ini udah nggak nikmat lagi buat dijalani. Yang suka Harry Potter dan pernah patah hati pasti ngerti rasanya....

Pokoknya gue nelangsa banget waktu itu...
Gue sih lebih milih dicium dementor ketimbang patah hati...
Dan ciuman dementor itu cuma bisa dilawan oleh kekuasaan Tuhan dan mantra Patronus. Mantra Patronus itu adalah mantra yang bisa ngusir para dementor ini yang cara ngeluarinnya dengan mengumpulkan segala kebahagian yang dimiliki..... semakin besar kebahagian itu semakin besar pula mantra patronus yang dikeluarkan... karena itu, selain banyak beribadah, untuk obat patah hati gue kemaren adalah mengumpulkan segala macam hal yang mampu membahagiakan gue...

Salah satu yang gue lakukan kemaren yang lumayan membantu adalah nonton film. Dan salah satu film yang benar-benar bikin gue terhibur saat patah hati kemaren itu adalah film Jomblo.

Gue sebenarnya udah pernah nonton ini lama banget. Dan dulu gue nggak nganggep film ini cukup seru. Malah gue cenderung nggak faham jalan ceritanya apa. Tapi pas kemaren gue nonton ulang, gue entah kenapa merasa cukup terhibur. Dengan segala teori cinta yang aneh, persahabatan keempatnya yang seru, serta kisah cinta Agus-Lani yang mengharu biru, serta cinta segitiga Olip-Donie-Asri yang berakhir tragis buat Olip (sorry buat yang belum nonton), dan yang paling gue demen quote-quote-nya yang anjrit, keren banget. Maklum, mungkin karena ini film emang diadaptasi dari novel. Kayak quote yang di ucapkan oleh donie ini

"Cinta itu bisa datang, cinta bisa memilih, cinta juga bisa pergi. Satu yang cinta nggak bisa lakuin. Cinta nggak bisa nunggu!"
Mereka Jomblo, nggak kayak gue...
Jleb banget nggak?

Selain film Jomblo, yang kemaren cukup menghibur gue adalah libur panjang. Temen-temen gue pada balik ke Pontianak, dan kita bisa kembali ngumpul bareng, gila-gilaan bareng, dan ngaco bareng. Apalagi pas kemaren itu film The Raid 2 baru keluar. Abis nonton sama-sama, kita juga jadi tonjok-tonjokan bareng (Seharusnya kami memang dimasukkan ke kategori dibawah umur secara mental).

Bagi gue, ngumpul sama temen-temen adalah kebahagiaan yang luar biasa. Terutama temen-temen gue jaman SMA dulu. Kebanyakan mereka udah merit dan pada takut istri semua. Tapi ada pepatah yang bilang kan, In every man, there is a child. Jadi buat para istri, awasi suami kalian.... Mereka memang selalu nakal....

Dan hal seru lainnya yang bisa jadi obat patah hati sekaligus mantra patronus gue adalah nyoba hal-hal baru dan kenalan dengan orang-orang baru. Salah satunya dengan ikutan gathering sama sekelompok manusia yang doyan kuliner yang gue temui di facebook. 

Hasilnya, seru juga. Gue jadi nemu tempat makan baru. Gue juga jadi nemu orang-orang baru yang punya hobbie nggak jauh-juah dari gue: menikmati hidup dengan cara menikmati makanan. Bagi gue hanya manusia sampah yang nggak menghargai makanan (ini bukan kalimat gue sebenarnya, ini kalimatnya Sanji).

Bukan cuma ikutan grup makan-makan, gue juga kemaren ikutan komunitas yang agak manfaatan dikit. Gue ikutan Akademi Berbagi chapter Pontianak. Sebenarnya sih kebetulan aja, soalnya radio gue lagi kerja sama dengan komunitas itu buat bikin pelatihan publik speaking. Dan sekali lagi, acaranya lumayan seru, dan gue kenal dengan banyak orang-orang baru.
Akademi Berbagi chapter Pontianak
Nah, itu beberapa hal yang bikin gue merasa sedikit terhibur di tengah patah hati gue. Nggak bisa benar-benar ngobatin galau gue sih, tapi paling nggak, meski patah hati, gue masih hidup kan?

Bertepuk sebelah tangan, sudah biasa...
Ditinggal tanpa alasan, sudah biasa...
Terluka itu pasti, tapi aku tetap bernyanyi
(The Rain feat Endank Soekamti - Terlatih Patah Hati)

Jangan galau yo...

0

UNREQUITED LOVE

Posted by Santosa-is-me on 11:54 PM in
Bulan Februari emang berasa merah jambu ya... padahal sih nggak juga sebenarnya. Banyak yang jual jambu sih iya. Tapi yah di hari terakhir februari ini gue lagi kepengen cerita soal unrequited love (nulisnya sambil dengerin Still Loving You-nya Scorpion...)

Unrequited love. Mudah banget buat gue nulisnya di sini. Tapi buat yang pernah merasakannya sendiri, gue yakin pasti tahu bahwa rasanya tak semudah menuliskannya. Ya, unriquited love. Cinta tak berbalas. Rasanya seperti mau beli nasi goreng keliling, tapi tukang nasi gorengnya nggak lewat-lewat. Rasanya seperti mau beli sekoteng tapi dapatnya malahnya martabak (oke, analogi gue emang ngaco...)

Tapi ini mungkin masih berhubungan dengan post gue sebelumnya tentang kegilaan cinta (yang belom baca, ada di mari), unrequited love berada satu jalur dengan orang-orang yang ngelakuin hal-hal gila demi cinta ini. Kadang mereka termasuk di dalamnya, udah tau cintanya nggak berbalas, masih aja cinta... Udah gitu nggak mau mencoba (atau nggak bisa?) jatuh cinta ke lain cinta (kalo kata anak jaman sekarang itu move on). Kalau bukan gila, ini mungkin goblok namanya.
Ngerasain nggak semudah ngebacanya...
Tapi sialnya, cinta tidak berbalas ini bukan perkara langka. Sering kali terjadi hanya saja dengan skenario yang berbeda dan dengan aktor yang berbeda-beda pula. Gue, atau bahkan kita mungkin pernah merasakannya. Dan mereka-mereka ini benar-benar nyat.

Gue pernah kenal dengan seorang teman yang bela-belain pergi ke Jakarta buat ketemu sama orang yang dia suka. Tapi, you know what? Si cewek cuma nemuin dia sebentar. Dan dia malah ditinggal. Sangat-sangat menyesakkan, bukan? Pas denger cerita ini, gue sendiri bingung mau iba, ketawa atau marah.

Cerita lain, juga beda lagi. Gara-gara cintanya dengan seorang cewek nggak berbalas, ia seolah nggak mau buka hatinya demi cewek lain. Padahal cewek yang dicintainya merit lama banget. Dan temen gue ini masih sering keingat cewek yang di sukainya itu. Padahal please deh, tuh cewek pasti udah nggak mikirin dia lagi...

Kisah lain juga terjadi sama temen gue yang lain. Dia punya segala hal tentang cewek yang dia suka. Saban waktu dia juga nggak capek mantengin wall fb dan status BBM cewek yang di sukanya. Dia bahkan punya rencana indah soal masa depan yang kesemuanya selalu melibatkan si cewek yang disukainya itu. Cuma yang nggak dia tau, si cewek juga udah punya rencana masa depan tetapi dengan lelaki lain. Ketika semuanya terbuka, jadilah temen gue itu curhat tengah-tengah malam ke rumah gue. Dan lebih parah lagi, sebenarnya si cewek juga sebenarnya suka, hanya saja keduluan ia dilamar orang lain dan ia merasa nggak bisa menolaknya. Nyeseknya jadi dobel.
Charlie Brown and his unrequited love....
Yah, itulah dunia yang tidak sempurna ini... Unrequited love adalah wujud betapa dunia memang tidak selalu hadir sesuai dengan rencana manusia. Dia sempurna dalam penciptaan Tuhan, hanya saja manusia (terutama gue) terlalu banyak menuntut. Dan manusia kadang tidak bisa memilih dengan jernih. Tapi itulah hidup kan?

Karena itulah bagi gue, hal terindah dalam hidup ini adalah ketika gue bisa memilih kepada siapa gue jatuh cinta. Sebab kalo seandainya bisa, gue pribadi pasti akan memilih jatuh cinta pada wanita yang jelas-jelas mencintai gue juga....

Tapi, kadang kita nggak bisa memilih kan?

Karena itu buat yang telah menemukan seseorang yang mencintaimu dengan sungguh-sungguh, jagalah ia baik-baik, karena mungkin tidak semua orang seberuntung itu.....


0

THE GATSBY AND ME

Posted by Santosa-is-me on 4:01 PM in
Sebenarnya nggak ada persamaan apa-apa antara gue dengan Jay Gatsby

Gue nggak kaya...
Gue nggak suka pesta...
Dan gue nggak punya tetangga bernama Nick Carraway...

Kalo, soal ganteng sih, hmm... si Leo (satu-satunya sosok Jay Gatsby yang gue tau) sih beda-beda tipislah sama gue.

Tapi entah kenapa, sejak menonton film The Great Gatsby gue merasa ada keterikatan khusus antara gue dan Jay Gatsby. Entah kenapa gue merasa sosok Jay Gatsby itu gue banget. Mirip gue banget.

Kalo ngomongin film sih, ceritanya emang bersumber dari materi yang udah kuat banget. Novel The Great Gatsby adalah salah satu novel paling terkenal di dunia. Jangan bandingkan dengan novel "Anak-anak" macam Harry Potter apalagi Twillight.

Ke filmnya, ada Bazz Luhrman yang sepertinya ngasih kita jaminan kalo film ini bakal berisi dengan adegan-adegan pesta glamor nan megah, parade visual nan memikat, serta seting dan kostum yang nggak tanggung-tanggung (ini cuma tukang review kelas kelurahan yang ngasih pendapat, jadi jangan terlalu diambil pusing).
The Great Gatsby, tentang betapa gilanya cinta dan manusia
Balik ke cerita lagi, the Great Gatsby bercerita tentang Nick Carraway yang punya tetangga seorang konglomerat bernama Jay Gatsby dan setiap saban akhir pekan ngadain pesta gede-gedean di rumahnya  yang gedongan. 

And Then, sebuah undangan dari Jay Gatsby untuk Nick akhirnya kemudian perlahan membuka sebuah kenyataan besar (sekaligus menyedihkan menurut gue). Pesta gede-gedean yang terus diadakan oleh si Jay yang sampai terkenal di seluruh kota New York itu sebenarnya hanya untuk menanti kehadiran satu orang: Daisy Buchanan, sepupu Nick Carraway yang (sialnya) sudah menikah.

Daisy ini adalah wanita yang pernah di cintai oleh Jay. Namun mereka harus berpisah karena Jay harus pergi berperang (setingnya itu di tahun 1920-an, tebak deh perang apa itu?) dan Daisy kemudian menikah dengan Tom Buchanan.

Ironis, Jay Gatsby kembali, kemudian melakukan banyak hal absurd demi cintanya. Sengaja memilih tinggal di seberang teluk tepat berseberangan dengan rumah Daisy. Mengadakan pesta besar demi berharap suatu saat Daisy akan datang ke pestanya. Padahal (mungkin) si Jay Gatsby sendiri tidak benar-benar menikmati pesta buatannya itu. Ia (mungkin) lebih senang berdiri sendiri di dermaganya menatap cahaya lampu hijau dari dermaga di depan rumah Daisy, seolah itu sinar harapan yang ingin ia raih. Bahkan ketika Daisy akhirnya menginjakkan kaki di rumahnya, Jay Gatsby baru merasa rumah gedongnya yang megah itu baru benar-benar lengkap. 
Jay dan Pestanya yang absurd.....
See, betapa cinta itu bisa bikin logika hancur lebur. Bagi orang waras, kegilaan Gatsby mengadakan pesta hanya untuk berharap agar orang yang dicintai itu suatu saat akan datang ke pestanya tersebut mungkin adalah sebuah tindakan yang absurdnya diatas maksimal.

Tapi itulah cinta, membuat pikiran jadi kebolak-balik. Bikin otak jadi encer hingga saking encernya udah kayak orang nggak punya otak. Dan sialnya gue ngerasa itulah persamaan gue dengan The Great Gatsby, kita sama-sama absurd gara-gara cinta. Kita melakukan banyak kegilaan karena cinta...

Ya, gue ngerasa betapa gue juga seperti Gatsby, dibodohi oleh cinta. Kita tahu, tapi nggak bisa (atau tepatnya nggak mau) keluar dari kebodohan itu. Mungkin juga seperti Gatsby, orang seperti gue ini terlalu penuh semangat terhadap harapan. Padahal udah banyak yang ditipunya.

Dan gue percaya, orang-orang yang seperti ini banyak. Bukan cuma gue dan Jay Gatsby. Hanya mereka tidak mengakuinya. Atau tidak mau menyadarinya....

Jay Gatsby: Membuat pesta besar agar Daisy suatu saat bisa datang ke rumahnya.... (The Great Gatsby)

Jesse: Rela melewatkan pesawatnya hanya agar bisa ngobrol lebih panjang dengan Celine... (Before Sunset)
Yang ini jadi orang lain demi cinta
Suri: Berubah menjadi orang lain demi mengembalikan keceriaan Taani... (Rab Ne Bana Di Jodi)

Henry Roth: Setia mengingatkan istrinya Lucy, yang setiap hari melupakan dirinya... (50 First Dates)

Carl Fredricksen: Menerbangkan rumahnya untuk mewujudkan mimpi istrinya, Ellie, yang belum sempat terwujud... (Up)

Benjamin Button: Ben yang tetap mencintai Daisy, meski sebagian besar usia hampir selalu berselisih, susah mau menjelaskan yang ini.... (The Curious Cas of Benjamin Button) 
Ini lebih absurd, yang satu menua, dan yang lainnya malah semakin muda.....
Aman: Membuat Naina jatuh cinta pada Rohit, meski ia sendiri juga mencintainya... (Kal Ho Na Ho)

Habibie: Setia menunggui istrinya, Ainun yang sakit bertahun-tahun dengan penuh kesabaran.... (Habibie & Ainun)

Dan masih banyak lagi, dan mungkin kita salah satunya... Yah, terkadang cinta memang tidak mendidik.... tapi mau bagaimana lagi, memang begitulah adanya....

Tapi kayaknya, gue kebanyakan nonton film deh neh....


0

SENYUM TERMANIS

Posted by Santosa-is-me on 9:10 AM in
Gue selalu mikir bahwa selain dilihat dari sifatnya, cewek itu juga harus dilihat dari senyumnya. Makanya di kriteria cewek idaman gue, cewek yang cakep itu adalah cewek yang punya senyum dan bibir yang manis. Dan gue nggak pernah suka dengan cewek yang bawaannya jutek dan manyun melulu. 

Tapi, kadang-kadang gue agak bingung menggambarkan cewek yang senyumnya manis itu kayak gimana? Kebanyakan orang-orang nyebut bahwa senyumnya mbak Angelina Jolie itu manis banget. Tapi menurut gue biasa aja. Emang sih, dia punya bibir yang tebel nan sexy, tapi ya itu, entah mengapa senyumnya dia nggak masuk hitungan senyum manis menurut gue. Kalo suaminya baru tuh, senyuman yang manis banget... (entah mengapa gue jadi merinding sendiri dengan diri gue). 
Bingung, sebenarnya gue lebih suka yang mana?
Tapi ada satu artis indonesia yang menurut gue punya senyum yang manis banget. Senyumnya itu pas banget. Kalo soal cantik, menurut gue banyak yang lebih cantik. Kalah deh dari Arumi Bachsin, Nabila Syakieb, Laura Basuki atau bahkan Briptu Dara (asal jangan briptu Norman aja). Tapi kalo soal senyum, menurut gue belum ada yang bisa ngalahin dia. Namanya Christie Julia. 

Gue, pertama kali ngeliatnya di salah satu iklan. Gue lupa produknya apa, yang jelas yang gue ingat di iklan itu mbak Christie ini jadi semacam chearleaders gitu, nari-nari nggak jelas. Waktu itu gue belum tau namanya, jadi gue bela-belain nanya sama mbah google dengan informasi yang minim. Untung aja mbah google-nya yahud. Nggak pake menyan, nggak pake sesajen, info soal mbak Christie akhirnya bisa di dapet. 


Kalo sekarang, mbak Christie ini udah lumayan agak terkenal. Dia jadi salah satu presenter di salah satu program teve paling nggak jelas. Nggak jelas acara musik, atau acara quis atau acara anak-anak. Yang jelas acaranya kebanyakan presenter. Selain itu, mbak Christie ini juga udah sering mondar-mandir di FTV (maksudnya udah banyak main ftv, bukan jadi figuran ya...) plus juga makin banyak iklan. 
an adorable smile...
Ini acara apa mau demo BBM?
Tapi, ngomong-ngomong soal cewek dengan senyuman manis, gue teringat jaman gue SMP dulu. Kala itu, gue pernah ketemu cewek yang punya senyuman yang manis banget. Sayangnya sampai sekarang gue nggak pernah tahu siapa namanya dan tinggal dimana. 

Ceritanya, waktu gue SMP itu, jarak sekolah gue dengan rumah lumayan jauh. Karena belum cukup umur, gue nggak berani bawa motor (herannya di jaman sekerang, jangankan SMP, anak SD aja udah ada yang bawa motor sendiri). Pernah nyoba pake sepeda, cuma badan nggak kuat juga terus-terusan. Akhirnya gue pulang-pergi ke sekolahnya naik angkot (kalo di tempat gue namanya oplet). 

Karena kalo nunggu di sekolah gue, biasanya angkot-angkot pada nggak mau berhenti (maklum anak sekolah, bayarnya setengah harga), gue biasanya memilih pergi ke terminal biar lebih gampang dapat angkotnya. Nah, di sinilah gue ketemu dengan cewek pemilik senyum seribu pesona itu (ceileh...). Kita naik angkot yang sama, soalnya kayaknya rumah kita searah. 

Sayangnya sampai sekarang gue, nggak pernah tahu namanya. Rumahnya pun kayaknya lebih jauh dari rumah gue, jadi gue nggak pernah tahu di turun dari angkot dimana, soalnya gue selalu musti turun duluan. Karenanya sampai sekarang, sosok cewek itu cuma jadi sebuah senyum tanpa nama, tanpa rumah, tanpa emak dan bapak (ini senyum apa anak terlantar?) 
Cintaku tertinggal di dalam oplet....
Sampai sekarang, gue masih nganggep senyum manis cewek itu sebagai sebuah kenangan indah. Gue, nggak merasa perlu buat nyari-nyari dimana dia sekarang, karena memang sejak gue masuk SMA gue nggak pernah ketemu dengan senyum manisnya itu (SMA gue beda arah dari SMP gue). Biarlah dia jadi bagian kenangan indah yang pernah gue punya. Sambil gue terus mencari senyum-senyum terindah lainnya. Mungkin bukan senyum yang paling indah, tapi guelah yang memiliki senyum itu sepenuhnya. Bukan sekedar kenangan, bukan pula mimpi televisi.

0

CINTA PERTAMA

Posted by Santosa-is-me on 8:53 AM in
Hehehe, sorry ya kalo post kali ini rada-rada telenovella dikit. Jadi buat yang alergi drama korea atau cerita Rosalinda, mending minum obat anti mabok dulu gih, dari pada ntar muntah-muntah dan pusing kepala gara-gara baca cerita gue.

Ceritanya, belakangan ini entah kenapa gue jadi teringat-ingat terus dengan cinta pertama gue. Beneran, bahkan sampe kebawa ke dalam mimpi segala. Padahal gue udah jarang banget ketemu sama dia. Tapi emang bener kayaknya yang dikatakan para pakar percintaan, cinta pertama itu nggak bisa dilupakan. Bisa kita tinggalkan, tapi nggak bisa kita lupakan.

Gak bisa move on, nasib....
Kalo di inget-inget lagi, cinta pertama tuh lucu juga. Gue jatuh cinta pas masih kecil. Sekitar umur delapan atau sembilan tahun. Dan cinta pertama gue adalah temen main gue waktu itu. Usianya sekitar dua tahun di bawah gue (kita emang terlalu awal mengenal cinta, maklum korban pergaulan...). Emang sih itu cinta monyet-monyetan, walaupun sebenarnya gue nggak merasa pernah melibatkan monyet dalam urusan cinta-cintaan. Tapi tetep aja bagi gue cinta di masa itu spesial banget. Walaupun sejujurnya waktu itu gue nggak begitu ngerti soal cinta.

Tapi menurut gue, sebenarnya justru cinta di masa itulah cinta yang paling jujur. Cintanya nggak menuntut apa-apa. Cinta yang hadir cuma kerena kita merasa nyaman bersama dia. Cinta yang nggak pernah menuntut pasangan kita untuk sempurna. Bener nggak sih gue? Nggak tau juga sih, gue bukan pakar percintaan.


Sekarang sih, gue dan cinta pertama gue udah bukan anak-anak lagi. Sekarang kita udah jadi dua orang dewasa yang pastinya udah nggak mungkin kayak dulu. Tapi kata orang kalo jodoh enggak kemana. Emang sih kebanyakan cinta pertama nggak berakhir sebagai cinta terakhir. Kebanyakan temen gue yang udah merit menikahnya dengan cewek yang dikenal belakangan, bukan pacar pertama apalagi cinta pertama. Tapi masih ada Ran sama Shinichi, terus Kogoro dan Eri Sasaki (walaupun akhirnya mau cerai juga), bahkan si Heiji dan Kazuha, semuanya temen dari kecil yang berlanjut pacaran bahkan hingga menikah (oke, gue emang kebanyakan baca komik).



Mereka dari awal udah nggak akur sebenarnya...
Gue sih masih menunggu apa rencana Tuhan buat gue. Apakah cinta pertama gue akan jadi cinta terakhir gue? Atau selamanya cuma jadi cinta pertama? Yang pasti sekarang, gue sedang berusaha mencari cinta terakhir gue, amiiiin.....

Copyright © 2009 BIG RHINO WHO WANTS TO FLY All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.