Tampilkan postingan dengan label Nyeritain Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyeritain Musik. Tampilkan semua postingan
2

NOTHING LAST FOREVER EVEN COLD NOVEMBER RAIN

Posted by Santosa-is-me on 9:42 AM in
Sampaikan salam perpisahan pada November yang ceria, galau dan berhujan. Seperti bait lagu November Rain-nya Gun N Rosses yang bilang "Nothing Last Forever, Even Cold November Rain," nggak ada yang abadi di dunia ini. Entah itu rasa bahagia, depresi, sedih, patah hati atau apapun itu, pasti akan ada akhirnya. Jadi, selalu bersiap-siaplah dengan segala perubahan. Kayak kata Maliq n D'essential bahwa dalam hidup ini yang tak berubah hanyalah perubahan itu sendiri.

Maka rasanya tak sah kalau kita mulai playlist November ini bukan dengan lagu November Rain dari Gun N Rosses.


Update lagu baru juga. Damien Rice ngeluarin lagu baru setelah lama nggak. Judul lagunya "I Don't Want to Change You." Entah kenapa gue merasa, lagu ini menggambarkan apa yang gue rasain banget di November ini. Terutama kalimat di penghujung lagunya. 


Satu yang menurut gue menarik dari lagu ini adalah music video-nya. Gue suka MV lagu ini yang berkesan lonely banget. Cuma si Damien Rice berdiri di sebuah semacam dermaga, sendirian, dengan suasana yang suram. Benar-benar  MV yang sepi, tapi gue suka. Apalagi dengan intronya yang catchy dan sendu. Lengkap sudah lagu ini. Kesuramannya.

Next. Gue kemaren lagi dengerin lagunya Jamie Cullum, yang ngecover lagu lama "Don't Let Me be Misunderstood," barengan Gregory Porter. Yang paling gue suka dari lagu ini, tentu selain karena lagu ini lagu legendaris, adalah lirik lagu ini yang menurut gue keren banget. Tentang orang yang hanya ingin melakukan hal yang benar dan berharap tidak disalah pahami oleh orang lain. 

Ini yang sering gue rasakan. Gue kadang hanya melakukan hal yang benar. Tapi ternyata hal yang benar yang ingin gue lakukan itu, sering kali disalah pahami. Bikin orang kesal. Bahkan marah. Yah, mau gimana lagi. Gue cuma kepengen jadi orang baik kok.


Lanjut lagi. November gue juga dicuri oleh mbak Uthe. Temen gue bilang Uthe itu bukan Ruth Sahanaya, melainkan "Yang Mulia Ruth Sahanaya."

Awal ceritanya adalah nggak sengajanya gue ngedengar lagunya Ruth Sahanaya yang berjudul "Ingin ku Miliki." Lagu era 90-an yang entah bagaiamana kok kemudian bikin gue jadi kepengen dengar lagu Ruth Sahanaya yang lain. Maka akhir November gue juga sukses ter-Ruth Sahanya-kan.





Dan terakhir. Masih dalam rangka ter-Ruth Sahanaya-kan, sekaligus memperingati hari AIDS sedunia pas 1 Desember kemarin, lagu "Usah Kau Lara Sendiri," jadi lagu pamungkas di playlist. Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya membawakan lagu ini dengan keren. Bikin kita mengingat gimana berempati dengan para ODHA.


Oh ya, just for information, lagu ini merupakan lagu adaptasi dari lagu Jepang milik Keisuke Kuwata berjudul Kiseki no Hoshi.

0

OKTOBER : PRINCE HINGGA TULUS

Posted by Santosa-is-me on 9:16 AM in
Baru aja lewat 31 Oktober, yang kata orang adalah hari Helloween. Entahlah, gue nggak pernah merayakannya. Dan gue juga nggak begitu percaya hantu. Dan lebih-lebih lagi, gue nggak nonton film Annabelle kemaren...

Gue nggak bisa rekomendasikan banyak lagu dari yang gue denger Oktober kemaren. Gara-garanya adalah kartu memori dimana gue menyimpan lagu sedang mengalami kerusakan. Akibatnya koleksi lagu gue yang banyak-banyak itu jadi hilang, hiks....

Tapi menurut gue, di oktober ini banyak lagu baru yang menarik. Salah satunya lagu barunya Prince. Berjudul "Breakfast Can Wait." Semenjak pertama kali kenal dengan lagu-lagu Prince, entah kenapa gue jadi suka dengan karya-karyanya itu. Emang Prince nggak sepopuler Michaele Jackson atau bahkan Justin Beiber, but she/he is very very very awesome...



Oke, setelah Prince, oktober gue juga berisi Sam Smith "Leave Your Lover." Oke, sekedar informasi yang gue dapat, dia ini Gay. Dan video clip lagunya, semuanya mencerminkan ini. Nggak... nggak... nggak... gue nggak anti dengan Gay. Gue menolak homoseksual, tapi kalo orang itu milih mau jadi Gay, ya kita nggak bisa maksa. Dan kalo dia punya karya yang keren ya tetep harus di apresiasi.

Cuma aja, gue sedang mengalami apa yang ada di lagu itu. Jatuh cinta sama orang yang udah punya pasangan. Dan gue selalu ngingetin diri gue untuk nggak jadi perusak hubungan orang lain. So, the only thing i can do is sang this song. Tapi ketika gue terbayang bahwa si Sam Smith nyanyiin lagu ini buat cowoknya, entah kenapa gue jadi merinding sendiri...

Whatever lah, yang penting, seseorang disana musti denger gue nyanyi "Leave Your Lover," bukan buat denger suara jelek gue, tapi soal permintaan gue padanya melalui lagu itu hehehehehe



Kemudian gue juga lagi suka dengan lagunya Avicii yang featuring sama Robbie Williams berjudul The Days. Setelah Daft Punk, kayaknya Avicii bakal jadi DJ lain yang lagunya bakal rajin masuk ke playlist gue. Sumpah lagu ini nggak bikin bosen buat di dengarkan.



Last but not least, gue juga kembali memutar lagu-lagu Tulus. Sebabnya karena kemaren malam Tulus di undang buat konser di kota gue. Dan bodohnya gue nggak nonton...

Tapi paling nggak gue sempat ketemu sama dia di radio gue. Dan gue baru tau ternyata dia tinggi banget. Gue aja kaget, ini Tulus apa tiang listrik? Sayangnya gue nggak sempat foto bareng, padahal gue kepengen banget ketemu dia dan bilang kalo gue suka semua lagu-lagu dia.







 


dan yang paling gue favoritkan...



0

GOOD SONGS FOR A GOOD SEPTEMBER

Posted by Santosa-is-me on 11:15 AM in
Sebelum mulai, mari kita ucapkan terima kasih pada Tuhan atas September-Nya yang penuh warna. Hitam, biru, mendung, kelabu, bahagia, galau, patah hati. Apapun itu, mari percaya bahwa takdir selalu menggariskan yang terbaik. Mungkin tidak kita sadari sekarang, tapi nanti, suatu saat kelak.

Untuk pembuka, gue sedang menikmati lagu terbaru Train yang lain. Setelah Angel in Blue Jeans, kali ini gue jatuh cinta sama Cadilac Cadilac. Well, tak perlu banyak penjelasan. Ini lagu Train. Dan Train selalu jadi salah satu band favorit gue.




Next, kalo ditanya ke gue lagu Train apa yang jadi favorit gue, tentu gue akan jawab lagu 50 ways to say goodbye. Terutama pas bagian intronya. Dan gue baru tau ternyata bagian intronya itu mereka ambil dari lagunya Phanthom of the Opera. Pantesan aja keren.

Selain itu, kalo ditanya ke gue gimana gambaran gue soal September kali ini, gue bakal merangkumnya dalam dua kata sakti: jadul dan galau. Jadul karena sekarang gue makin sering bawain program nostalgia era 80-90 an di radio gue. Galau karena nggak tau kenapa gue makin kesini perasaan makin patah hati parah.

Maka tak heran playlist gue jadi rada kacau gara-gara dua kata itu. Liat aja nih daftar playlist September gue:

1. Bon Jovi - Always

2. Rod Stewart - I Don't Want To Talk About It

3. Lou Rawls - You'll Never Find Another Love Like Mine

4. Aerosmith - Crazy




Untungnya, akhir September, banyak lagu-lagu bagus bermunculan. U2 ngeluarin lagu berjudul "Miracle (of Joey Ramone)," Tonny Bennett masih asyik sama Lady Gaga ngejazz buat yang doyan Jazz, Michael Bubble diajak sama Barbra Streisand nyanyiin lagu "It Had to Be You," dan Jamie Cullum ngegandeng Gregory Porter buat bawain sebuah nomer lama "Don't Let Me Be Misunderstod" (sungguh, gue nggak sabar nungguin albumnya rilis ntar). Semua lagu-lagu tersebut langsung jadi favorit gue. Dan cobain juga deh, siapa tau seleranya sama kayak gue...




Terakhir, bulan September gue ditutup dengan sebuah lagu baru dari Mocca. Udah lama banget deh Mocca nggak ngeluarin lagu baru gegara sang vokalis melanjutkan hidupnya di Amerika sana. Dan lagu barunya ini mengambil judul "Bandung." Mungkin lagu ini dibuat dalam rangka ulang tahun kota Bandung, sebagai ucapan selamat untuk kota dimana band ini pernah dibesarkan. Dan seperti biasa, masih dengan gaya bermusik Mocca yang dulu plus bahasa inggrisnya.

Tapi ngomong-ngomong, gue emang selalu ingin ke Bandung. Meski gue cinta banget dengan kampung kelahiran gue, tapi gue selalu berharap suatu saat nanti, gue bisa tinggal di Bandung. Yah, bagaimanapun, harus diakui yang namanya pusat segala macam hal di Indonesia ini adanya di pulau Jawa. Dan kalo mau ditanya kota mana yang kepengen gue pilih, gue bakal dengan mudah menjawab Bandung. Bener sih, kalo pusat uang itu adanya di Jakarta, tapi bagi gue, seorang seniman cocoknya tinggal di Bandung.... Nggak tau juga sih kenapa, pokoknya gue mikirnya gitu aja deh...



BTW, enjoy the songs yes.... :)

0

WHY DANGDUT, WHY?

Posted by Santosa-is-me on 3:02 PM in
(Sorry dulu kalo judulnya rada ngasal. Emang sengaja sih sebenarnya...)

Gue orang yang open mind sama berbagai jenis musik. Mulai dari metal underground hingga kasidahan, semua gue dengar. Dari Dream Theater hingga Raihan gue dengerin. Nggak semuanya gue suka emang, tapi gue selalu punya kesimpulan soal musik itu soal selera, nggak bisa dipaksa.

Gue sendiri akhirnya bisa mendeteksi musik kayak gimana sih yang gue suka. Sebagai manusia pencinta kata, gue cenderung suka lagu-lagu yang punya lirik dalem dan penuh makna. Jadi jangan heran, musik yang gue demen itu kayak lagu-lagunya Om Ebiet G Ade, Tulus atau Payung Teduh, yang nggak cuma secara musik mereka bagus, tapi secara lirik lagu juga keren. Dan gue sampe sekarang masih nggak bisa nikmatin musik-musik yang pake scream, yang menurut gue susah dibedain antara mereka lagi nyanyi atau lagi ketakutan dikejar setan.

Nah, salah satu jenis musik yang paling digemari di Indonesia adalah musik dangdut. Konon ada yang bilang Dangdut is the music of my country. Padahal kalo diliat sejarahnya, dangdut nggak bener-bener asli Indonesia, juga ada influence dari musik arab, india dan melayu.

Untuk dangdut, bagaimanapun nggak akan bisa dipisahkan dengan bung Haji Rhoma Irama kita yang gagal nyapres kemaren. Boleh dibilang bung haji ini bapaknya musik dangdut. Dia bahkan juga dapat gelar Profesor (walau katanya cuma honoris causa) dalam bidang musik dangdut. Makanya seharusnya kemaren, kalo ada yang pengen punya presiden yang profesor harusnya milih bang haji ini. Apalagi beliau berjanji menghapuskan judi, mirasantika, dan menggalakkan lari pagi dan terajana (apa sih?)

Tapi sebenarnya ketimbang bung haji, gue lebih demen alm om Meggy Z. Alasannya seperti yang gue bilang sebelumnya, lirik-lirik lagu beliau jauh lebih indah ketimbang bang haji yang menurut gue lebih sederhana dan simpel. Coba aja simak lirik lagu Mahal ini:


See? Menurut gue, lagu ini liriknya jenius banget. Penuh metafora dan perumpamaan. Bayangin siapa sih yang kepikiran masukin kalimat "Katanya tebu manis airnya, kucoba tanam di pinggir hati. Tumbuh memang tumbuh, sayang sayang sayang, tebu berduri menusuk hati," ke dalam lagu?
Itu belum seberapa. Lagu lain juga nggak kalah keren. Bahkan lebih keren. Misalnya di lagu Senyum Membawa Luka:


Lagu ini menurut gue puitis banget. Ceritanya sih tentang patah hati dan berasa galau banget deh kalau denger lagunya. Mungkin era-era ibu-bapak gue dulu kalo lagi patah hati atau cintanya ditolak mungkin dengernya lagu-lagu om Meggy ini. Sebenarnya ngebayangin om-om tua lagi galau parah itu geli banget. Tapi om yang satu ini beda banget. Nontonin dia, bawaanya kita jadi iba. Beliau seolah gambarannya betapa cinta itu kejam. Sampe usia segitu masih aja digalau oleh cinta.

Tapi dari semua lagu bang Meggy Z, gue paling suka lagu Jandaku yang menurut gue paling epik diantara semua lagu bang Meggy.



Bukan lantaran gue suka Janda. Tapi bagi gue lagi ini melengkapi penderitaan beliau. Sudah sering patah hati, dikhianati cintanya, lalu susah pula move on sama jandanya. Haduh, pelik hidupmu bang. Mungkin itu juga sebabnya beliau dipanggil Tuhan duluan. Tuhan sayang dengan beliau, nggak kepingin bang Meggy sedih terus (Enggak deng, itu mah udah takdirnya kali. Jodoh, rezeki dan maut kan ditangan Yang Kuasa).

Oke, pokoknya gue suka lagu-lagunya bang Meggy. Tanpa mengecilkan peran bang Rhoma dan pedangdut pria lainnya, bang Maggy Z adalah salah legenda musik dangdut Indonesia. Kekurangan beliau mungkin cuma karena bukan beliau sendiri yang nulis lagunya. Beda dengan bung Rhoma yang hampir semua lagunya dia bikin sendiri. Tapi kalau soal galau mah, bang Meggy galau banget...
Sang legenda dangdut, duta galau Indonesia...
Tapi bukan hanya bung Meggy yang punya lirik yang keren. Kebanyakan lagu dangdut jaman dulu punya lirik yang puitis dan dalam. Sebut aja misalnya lagu Selamat Malam-nya Evie Tamala, Cinta Bercabang-nya Titiek Nur, atau Merpati Putih-nya Ike Nurjanah. Semuanya menghadirkan nggak cuma musik dangdut yang asyik, namun juga lirik dengan kosakata-kosakata asyik yang nggak pasaran.

Nah, kenapa gue mendadak jadi ngomongin dangdut? Jadi ceritanya kemaren gue secara nggak sengaja gue nonton acara dangdut di televisi yang entah pegimana mulai marak lagi. Ternyata bener prediksi temen gue di awal tahun kemaren, tahun ini bakal jadi tahunnya musik dangdut.

Gue boleh dibilang gagal move on dengan musik dangdut jaman dulu. Jadi gue kagak begitu terlalu update dengan penyanyi dangdut masa kini juga lagu-lagu dangdut masa kini. Dan kemeren gue nonton, seorang penyanyi dangdut yang entah siapa, cewek, nyanyiin lagu dangdut yang entah apa, cuma yang pasti di sepanjang lagu dia banyak bilang Masbuloh, masbuloh gitu.

Bukan cuma itu, tuh lagu juga liriknya menurut gue nggak banget. Entah kenapa, pas mendengar lagu itu, gue ngerasa lagu tersebut udah ngerendahin musik dangdut. Emang nggak separah beberapa lagu dangdut yang punya lirik rada nggak senonoh, cuma ya gitu deh, liriknya juga menurut gue nggak berkualitas. 

Kayak gini lah liriknya kira-kira (ini hasil gue googling dengan keyword masbuloh masbuloh):

Ku hitung hitung pacarku ada 5
Bermacam macam berbagai suku bangsa
Apakah salah buat koleksi saja
Yang penting bisa ngatur jadwal apelnya

Repot repot saya
Pusing pusing saya
Kok malah kamu yang gelisah…

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Pacarku banyak
Emang lagi cari jodoh

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Cowok ku banyak buat happy happy aja

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Pacarku banyak
Emang lagi cari jodoh

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Cowok ku banyak buat happy happy aja

Ku hitung hitung pacarku ada 5
Bermacam macam berbagai suku bangsa
Apakah salah buat koleksi saja
Yang penting bisa ngatur jadwal apelnya

Repot repot saya
Pusing pusing saya
Kok malah kamu yang gelisah…

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Pacarku banyak
Emang lagi cari jodoh

E masbuloh
Emang masalah buat loh
Cowok ku banyak buat happy happy aja

Astagfirullohalazhim....  Gue nggak tau kalo orang laen sih. Tapi kalo bagi gue sih, lirik lagu ini nggak banget. Isinya cerita pula tentang cewek yang punya banyak pacar. Terus nggak peduli begitu ada orang yang mau nasehatin. Gila, mau ngajarin para anak cewek buat jadi playgirl? Benar-benar nggak mendidik.

Bukan cuma lagu ini aja. Gue denger lagu-lagu macam ABG Tua, Aku Rapopo, sampai Goyang Oplosan bikin dangdut kehilangan sentuhan keindahannya terutama dari segi bahasa. Apalagi banyak dari lagu-lagu tersebut nggak juga mengajarkan sesuatu yang baik (Yah, walau lagu-lagu jaman dulu juga nggak ngajarkan yang baik juga, mengajarkan galau berkepanjangan).

Belum lagi penyanyi dangdut cowoknya sekarang semua jadi model kayak Thomas Djorgi, Benigno, dan Saipul Jamil. Gue nggak tau kenapa, dan mungkin ini rada subjektif, tapi gue nggak suka dengan penyanyi dangdut cowok jaman sekarang. Gue lebih rindu penyanyi cowok kayak Meggy Z, Muchsin Alatas, Mansyur S atau minimal Imam S Arifin.
Imam S Arifin itu satu orang, bukan duet Imam sama si Arifin, oke?
Entah mengapa dangdut sekarang begini amat sih? Ada yang bilang dangdut itu musiknya kaum midle low, tapi please deh jangan juga bikin dangdut jadi murahan. Gue pengen dangdut yang kayak dulu, egaliter tapi nggak kehilangan sentuhan keindahannya. Menghibur namun tetep nyeni....

0

LAGU AGUSTUS

Posted by Santosa-is-me on 5:10 PM in
Lagu apa yang enak didengerin di bulan agustus ini?

Hmm, gue kepengen nyahut lagu Hari Merdeka. Tapi kayaknya itu udah mainstream banget deh kayaknya. Lagu-lagu nasional emang mendadak jadi primadona di bulan ini. Band Coklat mendadak laris lagi. Eh tapi Kikan-nya kemana ya? Eh, udah keluar? Kapan? (maaf, gue selalu ngerasa Coklat tanpa Kikan itu ibarat BBB tanpa Melly Goeslaw)

Oke, balik lagi soal lagu. Untuk Agustus ini gue ngedengerin beberapa lagu baru yang menurut gue lumayan bagus. Kebanyakan memang lagu-lagu dari penyanyi lokal. Beberapa mungkin artis baru atau bergerak di ranah indie jadi namanya rada asing. Dan ini juga bentuk nasionalisme gue nih, bahwa gue cinta produk dalam negeri (sebenarnya sih karena gue kurang update lagu luar beberapa minggu belakangan ini).

And, inilah dia playlist recomended gue buat bulan agustus.

1. Indigo Moon - Puzzlement



Hmm, sulit buat gue menjelaskan siapa mereka. Yang pasti Indigo Moon adalah proyek dua orang, Gogor Seta Dewa dan Kusuma Prasetyo Putro. Musiknya akustikan. Yang cukup unik menurut gue adalah pembagian vocalnya. Hm, lumayan asyik lagunya...

2. Black Coffe Monologue - Two Year



Beberapa lagu mungkin nggak menarik namun bisa membuat seseorang terikat secara emosional. Begitulah lagu ini bagi gue. Entah kenapa liriknya kena banget walau secara musik terkesan sederhana. Black coffe Monologue adalah proyek pribadi Adit Kompoel, vocalis metal yang sekarang juga main di jalur akustikan. Ternyata dari head bang ke musik easy listening nggak terlalu jelek juga.

3. Knee and Toes - I Got You




Musisi jaman sekarang emang suka pake nama yang aneh-aneh. Untungnya nama yang aneh itu di imbangi dengan kualitas yang cukup mumpuni. Sama kayak Knee and Toes ini. Terdiri dari Ristri Putri dan Bie Paksi, duo asal malang ini punya kans untuk jadi salah satu duo yang punya masa depan cerah di musik Indonesia. Nggak percaya? Dengerin aja sendiri...!

4. Tetangga Pak Gesang - Siapa Dia



Tetangga kok gitu? Bukan, yang ini namanya Tetangga Pak Gesang. Digawangi (apa sih arti digawangi itu?) oleh Arum Tresnaningtyas dan Meicy Sitorus, Tetangga Pak Gesang adalah perpaduan antara keusilan, keriangan dan pokoknya segala sesuatu yang menyenangkan. Kalau ditanya, mereka ini siapanya pak Gesang, gue nggak tau. Mungkin aja mereka beneran tetangga Pak Gesang. Yang pasti mereka ada nge-cover lagu Bengawan Solo. Dah itu aja yang gue tau. Cari sendiri deh lagunya, usaha dikit napa...

5. Merah Bercerita feat Cholil - Bunga dan Tembok



Sebagai penggemar ERK gue ngerasa harus memasukkan lagu ini. Sekali denger semua pasti langsung tau, lirik lagu ini emang diambil dari pusinya Widji Thukul, tokoh perlawanan yang menghilang hingga sekarang. Dinyanyikan Fajar dan Cholil ERK, lagu ini syarat semangat perlawanan. Hm, gue sendiri nggak bisa sekedar mendengar lagu, namun juga meresapi semangat itu, semangat anti tiran dan semangat perlawanan.

Yah, itu dulu deh lagu gue bulan agustus ini. Ntar kalo inget gue tambahin lagi. Soal musik, soal selera, kalo nggak cocok ya tinggal dinikmati aja. Dan jangan lupa, sebuah karya tetap sebuah karya. Heromati yang buatnya dengan beli yang asli bukan yang bajakan...

0

CAN'T TAKE MY EYES OFF OF YOU

Posted by Santosa-is-me on 12:21 AM in
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
And I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you


Taukan ini lirik lagu apa? Lha di judul post ini kan udah gue tulis, gimana sih?

Ini lagu lama banget sebenarnya. Dan juga lagu ini terkenal banget. Mungkin di sini pada nggak ngeh dengan intronya atau karena belum dengerin langsung lagunya. Tapi kalo udah dengar lagunya, apalagi pas bagian reff-nya, gue yakin pasti ngerasa minimal udah pernah dengar.

Gue sendiri udah lama nggak denger lagu ini. Cuma kemaren pas lagi libur lebaran, gue iseng aja kepengen nonton film-film lama bagus yang udah pernah gue tonton. Hitung-hitung ngabisin waktu sampe masuk kerja lagi. Dan salah-satu film bagus yang gue tonton adalah 10 Things I Hate About You. 

Film ini boleh dibilang comedy romance remaja. Dengan jajaran akting macam Heath Ledger, Julie Stiles (yang main di Silver Lining Playbook, dan Bourne Series) serta Joseph Gordon Levitt mungkin langsung mikir ini film yang penuh dengan bintang-bintang keren. But wait, ini tahun 1999. Heath Ledger baru main dua film sebelumnya, dan Joseph Gordon Levitt masih cowok culun yang ketakutan jadi jomblo.

Nah, buat yang udah nonton, pasti ingat salah satu film scene ini dimana Patric Verona (karakter yang diperanin Heath Ledger) nyanyiin lagu "Can't Take My Eyes Off of You," ini di stadion buat minta maaf sama Kat Straford (karakter yang dimainin sama Julie Stiles). Menurut gue ini adalah salah satu best momen di film ini selain adegan Kat nyelamatin Patric dari detensi, ofcourse.


Karena film itulah gue jadi rindu kepengen dengerin lagu ini. Seperti yang udah pada tahu, lagu ini udah terkenal banget dan udah banyak banget yang ngecover dengan beragam versi. Nah, di sini gue bakal share beberapa. Siapa tau ada yang suka.

Versi yang asli, dinyanyiin Frankie Valli and The 4 Seasons

Versinya Frank Sinatra, mode Clasic Jazz

Versinya Manic Street Preachers

Versi yang rada nge-Rock, dibawain sama MUSE

Versi tukang cover, Walk Off the Earth feat Selah Sue

Versi India, buat para pencinta Bollywood

Versi Cinanya juga ada, kagak ngerti siapa yang nyanyi

Versi Girlband juga ada, punyanya SNSD



Itu aja dah ya... Konon saking terkenalnya lagu ini, udah lebih dari 200 artis yang ngebawain ulang lagu ini dengan beragam versi. Nggak mungkin gue pajang di sini semuanya. 

Terus pada lebih suka versi yang mana?

Terakhir, karena terlanjur udah ngomongin 10 Thing I Hate About You, waktu pertama nonton dulu gue nggak ngerti kenapa judulnya begini. Tapi pas nonton ulang baru deh gue ngeh kalo itu adalah puisi yang dibacain oleh Kat Straford menjelang akhir film. Juga salah satu adegan favorit gue di film ini.


0

BULAN JUNI PUNYA LAGU

Posted by Santosa-is-me on 9:03 PM in
Gila, hampir setengah bulan gue nggak ada update status. Sebagai blogger gue merasa gagal. Maafkanlah hambamu ini ya Tuhan...

Emang, belakangan gue lagi rada sibuk sih. Gue lagi banyak kerjaan. Siaran kayak biasa, ngantor juga nine to five, lalu juga kepengen lagi ngembangin passion nulis kayak dulu dan dibayar dari situ, juga pengen ke Ubud, plus lagu Piala Dunia dan mau nyambut Ramadhan. Please, gue hectic banget (<=== Sok sibuk)

Nah, di hari terakhir bulan Juni ini gue pengen update lagu-lagu apa aja yang sempat gue dengerin sebulan ini. Rada spesial karena rada random, ada lagu lama, ada lagu Indonesia, ada juga lagu Barat dan karena mau Ramadhan, juga ada lagu religi.

Tapi, sebelum mulai, gue juga ada pengumuman bulan. Gue mendapatkan pengalaman menjadi MC nikahan. Cuma nikahan temen sih, dan ngebantu dengan sukarela juga. Tapi lumayan juga lho, ternyata jadi MC orang nikahan itu menyenangkan. Makanannya banyak....

Balik ke soal lagu, lagu yang pertama yang mau gue share adalah lagunya Tulus, yang judulnya Satu hari di Bulan Juni. Lagu yang indah banget kalo menurut gue. Dan pas jadi MC kemaren, lagu ini adalah salah satu lagu yang gue puterin.




Selain lagunya Tulus. Gue juga kemaren sempat muterin satu lagu yang menurut gue cocok dengan pesta pernikahan temen gue ini. Yaitu lagunya Tompi yang judulnya Tak Pernah Setengah Hati. Menurut gue ini adalah salah satu lagu yang harus ada di tiap pesta pernikahan.

Sejujurnya gue kadang heran, kok bisa ya beberapa pesta pernikahan yang gue datangi, para pengantennya atau WO-nya rada abai soal lagu yang dinyanyikan oleh para penyanyi pesta ini. Bayangkan, gue pernah datang kepesta pernikahan, dan wedding singernya lagi nyanyiin lagu Teman Tapi Mesra-nya Ratu atau Mabok Janda-nya entah siapa. Ini maksudnya apa? Ngedoain pengantennya cepat cerai? Pesan moral: Jangan cari wedding singer yang berlatar belakang mantan dari istri atau suami yang anda nikahi.


Pindah, tapi masih nggak jauh-jauh dari Tompi, Trio Tompi, Glen Fredly dan Sandy Sandhoro ngeluarin sebuah lagu baru. Yupz, Trio Lestari, yang konon awalnya cuma proyek panggung tiga musisi dahsyat ini, kini akhirnya bikin lagu juga. Judulnya Gelora Cintaku.

Lagunya seru, asyik dan ceria. Bahkan dengan kocak mereka juga nyelipin potongan masing-masing lagu solo mereka. Yah, seperti di atas panggung, di lagu yang direkam ini, mereka nggak kehilangan sisi charming dan menghiburnya. Viva Trio Lestari.




Lain lagi dengan Michael Jackson. Perasaan gue sih dia udah mati. Tapi kok bisa-bisanya dia bikin album baru. Gue nggak habis pikir dengan manusia jaman sekarang. 

Lagunya yang sering gue dengerin adalah yang berduet dengan Justin Timberlake: Love Never Felt so Good. Gue nggak begitu faham gimana, caranya si Michael dan Justin bisa nyanyi bareng. Apakah mereka pake jelangkung? Nggak tau juga. Yang pasti lagunya enak. Mudah-mudahan ngedengerin lagu ini kita nggak malah jadi musyrik karena make bantuan orang yang udah mati...




Terakhir, karena udah mau Ramadhan, gue juga mutarin lagunya Maher Zain yang judulnya Tuntunku ke Pada-Mu. Ini lagu dia agak lama sebenarnya. Tapi entah kenapa, gue baru lagu suka lagunya sekarang. Mungkin karena lagunya hadir di saat yang pas. Ketika gue lagi abis move on, dan nggak berhasil-berhasil amat, gue lagi kepengen deket-deketan sama Tuhan. Dan dengerin lagu ini juga ngasih dorongan besar buat ke arah sana dan berubah jadi manusia yang lebih baik.




Sebenarnya banyak lagu baru yang seru yang bisa jadi referensi, seperti lagunya Sam Smith yang Leave Your Lover, atau lagunya Maroon 5 berjudul Maps, atau bahkan lagu solo pertamanya Gerard Way pasca MCR bubar. Tau kan siapa Gerrard Way? Ituloh, temennya Luis Suarez di Liverpool (Itu mah Steven Gerrard).

0

SPIDERMAN... SPIDERMAN...

Posted by Santosa-is-me on 1:50 PM in
Masih heboh-hebohnya film Amazing Spiderman 2 kemaren...

Dan salah satu lagu yang gue suka dari sekian banyak OST Amazing Spiderman 2 adalah lagu tema Spiderman klasik yang khas banget. Di filmnya, lagu ini jadi ring tone dari ponselnya si Peter Parker. Tapi di versi albumnya, lagu ini dibawakan oleh Michael Buble dengan gaya jazz yang asyik banget.


Sebenarnya ini adalah lagu tema Spiderman yang cukup populer. Sebelumnya, Aerosmith juga pernah ngebawain lagu ini. Tentu dengan gaya-gaya rock mereka. Tapi gue nggak suka. Yah mau gimana lagi. Ngebandingin Michael Buble nge-Jazz dengan kakek-kakek lagi nge-rock, siapapun pasti lebih suka Michael Buble. Tampang itu berpengaruh... (nggak deng, bercanda, gue emang lagi suka Jazz aja belakangan ini).

Selain lagu Spiderman-nya Michael Buble, lagu-lagu lain di OST Amazing Spiderman 2 lumayan bagus. Salah satunya adalah lagu yang dibawain oleh Phillip Phillips (entah apa hubungan dia dengan merk lampu itu, tapi orangnya ganteng loh...). Judulnya Gone, gone, gone. Lagunya tentang orang yang masih cinta dengan kekasihnya meski sang kekasih udah pergi. Mungkin menggambarkan gimana perasaan Peter yang kehilangan Gwen (sorry, spoiler lagi, tapi pasti pada udah nonton semua kan?)



Nah, satu lagu lagi yang menurut gue awesome banget dari OST-nya The Amazing Spiderman 2 ini adalah lagu yang dinyanyiin oleh Phosphorescent berjudul Song for Zula. I have no idea who he is... Band kah? Tapi kayaknya sih penyanyi solo. Tapi asli lagunya asyik... Agak melow gitu, tapi layak buat di dengarkan, dan menurut gue bagus....




Selain tiga lagu itu, gue juga lagi suka dengar satu lagu lagi. Ya, sama-sama Soundtrack film juga. Tapi kali ini gue dengar dari film 50 First Date-nya Adam Sandler dan Drew Barrymore. Taukan...?  Taukan...?

Film tentang cowok yang jatuh cinta sama seorang cewek yang mengalami hilang ingatan secara temporer. Singkatnya, si cewek bakal lupa apa yang dilakukannya kemarin ketika di bangun tidur. And artinya tuh cowok tiap hari harus bikin tuh cewek kenal dia lagi, jatuh cinta lagi, dan bla bla bla sebagainya...

Dan salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di film itu adalah lagunya Beach Boy ini. Judulnya Wouldn't it be Nice. Liriknya manis banget. Boleh kalau mau nyoba dinyanyikan buat pasangan.



2

ROCK ISN'T DEAD

Posted by Santosa-is-me on 12:02 AM in
Rock mungkin salah satu musik yang pernah populer di Indonesia...

Gue bilang pernah, karena memang jaman sekarang udah nggak banyak lagi band rock yang masih eksis. Eh.. wait...wait... bukan yang masih eksis. Lebih tepatnya yang masih bisa masuk TV.

Beberapa waktu lalu, jaman gue masih doyan begadang ampe pagi, di salah satu TV swasta kita ada acara yang lumayan keren. Namanya RadioShow. Yang dibawain sama Sys NS. Acara yang menurut gue keren banget. Karena cuma di acara ini gue bisa ngeliat bahwa musik Indonesia bukan cuma Boyband, Girlband, Peterpan, Kangen Band dan Soimah.
RadioShow, oase yang kini hilang...
Banyak band dan musisi yang nggak pernah dapet kesempatan nongol di TV macam Marjinal, Sarasvati, Nunung CS, hingga Aditya Sofyan. Termasuk juga band-band dengan aliran rock, entah itu yang rock-nya kelas batu kerikil, lempung atau kali sampai yang kelas batu karang alias yang cadas banget, yang gue nggak ngerti ini beneran main musik atau cuma lagi bikin berisik buat ngisengin tetangga.

Gue bukan penggemar jenis-jenis musik metal, underground dan sebangsanya. Gue sih suka dengan rock yang mainstream-mainstream aja kayak Scorpion, Mr. Big, atau Aerosmith (mereka beneran rock bukan sih?). Paling banter gue masih suka dengan Gurnge kayak Nirvana atau Pearl Jam. Atau Punk Rock kayak Superman is Dead. 
Kurt udah mati, lalu apakah Grunge dan Rock juga mati...
Tapi gue termasuk orang yang open minded dengan segala jenis musik. Makanya, meski nggak terlalu suka, tapi gue masih kok sesekali dengerin Metalica, Dream Theather, Bring Me Horizon, atau Burger Kill. Tapi sekali-kali aja, terutama kalo lagi stress atau lagi patah hati. Paling nggak lagu metal bisa ngerubah perasaan sedih jadi kesal... kesal nih orang lagi pada nyanyiin apa sih...?

Tapi ada lho satu band rock yang cukup gue suka. Sayang udah bubar. Namanya My Chemical Romance. Pada tahu kan? Kemaren mereka cukup populer. Beberapa lagunya juga sempat jadi hits. Lagu kayak Helena, The Black Parade atau I don't Love You di sukai banyak orang. Tapi sebenarnya gue jauh lebih suka lagu-lagu mereka yang rada gahar macam The Vampires will Never Hurt You atau lagu Honey, this Mirror isn't big enough for the two of us. Yah, tapi sayang, akhirnya mereka bubar juga.

Apakah itu pertanda rock udah mati?

Bisa jadi. Kalo mau di ukur dari seberapa populer musisi rock itu sih.
Rock masih hidup di sini, di atas panggung....
Tapi tahu nggak sih, sepengetahuan gue, para musisi rock nggak begitu perduli soal itu kayaknya. Biar kata mereka nggak pernah di undang di Dahsyat, Inbox atau YKS, toh mereka tetep manggung, tetep bikin lagu dan yang terpenting nih, tetep bikin album. Karena menurut gue sih, yang namanya musisi beneran itu harus tetep bikin album. Biar kata band itu penggemarnya cuma hitungan jari, kalo dia udah punya album, dia udah musisi deh pokoknya. Tapi sebaliknya, kalo ada yang ngaku musisi tapi cuma berani bikin single, terus jualan RBT, menurut gue ini sih cuma musisi abal-abal. 

Yah, bagi gue sih musik rock masih hidup. Dia akan tetep punya penggemarnya sendiri. Meski mungkin mereka tetep aja bakal jadi underground. Tetep di bawah tanah. Selama dunia musik kita nggak berubah.

Perlu bukti lain? Gue kasih dua deh...

Pertama, yang riquest di acara rock di radio gue banyak banget. Jauh lebih banyak dari acara lain yang gue bawain kayak Jazz atau Rohani...

Kedua, Capres kita si Jokowi suka Metalicca.
Pasangan capres ideal Metalicca - Sonetta...

Cukup kan bukti kalo Rock belum mati?

Yah selama rock nggak cuma jadi gaya dan sekedar buat sok-sok keren aja...



0

MUSIC IS BETTER THAN WORDS

Posted by Santosa-is-me on 4:38 PM in
Kenal dengan orang ini?

Ada yang kenal dengan om-om ganteng ini?
Kagak?

Oke, tapi paling nggak kenal dengan ini kan? Minimal pernah nonton atau liat teaser-nya?

Boneka paling kampret...
Yupz, Ted. Boneka beruang paling kampret, yang mesumnya nauzubillah dan nyebelin minta ampun. Dan orang yang punya ide cerita buat bikin boneka beruang jadi hidup, bisa ngomong, tumbuh dewasa dan punya sifat pervert parah, adalah orang di gambar paling atas. Namanya Seth McFarlane.

Gue nggak tau dia ini aslinya apa. Kayaknya sih dia ini seorang komediaan. Kayak para comic-nya stand up comedy gitu. Soalnya, rata-rata penulis cerita di film-film komedi Amerika sono, biasanya punya basic sebagai seorang stand up comedi-an.

Tapi, yang menarik dari sosok McFarlane ini, yang juga baru gue tahu belakangan ini adalah bahwa ternyata dia juga seorang penyanyi Jazz. Gue kemaren sempet dengerin dia nyanyi lagu "Music is Better than Word" di salah satu program Jazz yang dari VOA (Voice of America, buat yang belum tau kepanjangannya). Dan menurut gue itu bagus banget.


Pertama kali gue dengar lagu ini adalah saat gue  lagi siaran Jazz di radio yang memutar paket rekaman dari VOA. Dan waktu di sebutin nama penyanyinya, gue sempat merasa kok kayaknya namanya familiar. Dan bener aja, waktu di googling ternyata orang gila penuh bakat inilah yang punya ide sekaligus sutradaranya film Ted ini.

Tapi sebenarnya nggak heran sih, kebanyakan komedian amrik sono emang multi talent. Nggak cuma ngebanyol, tapi mereka juga tidak jarang nulis buku, nge-direct film, bahkan nyanyi (dan yang terpenting nggak terlalu jelek). Sebut saja nama kayak Woody Allen yang pandai main klarinet selain bikin film dan nulis filsafat. Atau si Adam Sandler (ingat the Weeding Singer? nggak bagus-bagus amat sih suaranya emang...)

Selain itu, lagu-lagu Payung Teduh juga lagi menjadi sahabat gue di bulan april hingga awal mei ini. Dan gue ingatkan buat yang lagi galau, jangan dengarkan mereka. Lagu mereka ini racun. Dengerin lagu mereka seminggu, galau akan tambah parah. Dengerin sebulan, bisa jadi depresi. Kalau setaun, gue nggak tanggung jawab kalau sampai ada yang bunuh diri.

Lagu favorit gue dari Payung Teduh:




Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang

Rinduku berbuah lara...

Percaya nggak percaya, gue nyanyiin lagu ini di minggu pagi, sambil joging lari pagi. Orang-orang pada ngeliatin gue, ini anak joging pasti dipaksa ama orang tuanya. Padahal nggak, gue cuma sedang menunggu seseorang, yang gue nggak tau dimana #eaaa (abaikan, udah mulai ngaco).



Rahasia juga adalah lagu Payung Teduh yang paling gue favoritkan. Pake banget. Bagi gue lagu ini menyayat banget. Menusuk hati tanpa ampun. Bikin cowok se-cucok apapun bisa jadi nangis-nangis nelangsa. Apalagi gue yang dengerinnya sambil galau. Untung aja di rumah tali udah dipake emak gue buat jemuran semua, kalo enggak bisa-bisa gue gantung Anas di monas, hehehehe




Yang ini judulnya Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan. Kalau penafsiran gue sih, lagu ini lebih seperti Serenade alias lagu buat ngerayu. Tapi berhubung kesan lagu Payung Teduh itu melow, slow, melankolik, nan romantis gue tetep ngedengernya bawaan pengen nangis. Terutama karena nggak ada yang dipeluk sih... 

2

THANKS FOR ALL THE BLUES

Posted by Santosa-is-me on 5:03 PM in
Udah mau akhir maret nih, gue mau nge-review beberapa lagu yang asyik di dengarkan selama bulan maret kemaren. Nah karena ini versi gue, jadi semuanya suka-suka gue. Nggak boleh ada yang protes.

Nah maret ini suasana hati gue lagi senang-senangnya ngedengerin lagu-lagunya John Mayer. Yah, bulannya blues and soul. Mungkin karena bawaan patah hati kali. Secara lagu-lagunya John Mayer ini emang cocok banget buat orang-orang yang baru patah hati dan mau mencoba move on. Efeknya ada 2, bisa semangat dan berhasil move on, atau sebaliknya, jadi nangis-nangis darah (kebalikan Tulus, meski beberapa liriknya soal move on dan bernuansa positif, bawaan ngedengerinnya bikin hati terkoyak-koyak)  

Salah satu lagu yang gue sering dengar berulang-ulang itu yang judulnya "I'm Gonna Find Another You." Nih lagu benar-benar lagu patah hati. Dengan petikan rhytm khas John Mayer, lagu ini benar-benar jadi lagu wajib buat mereka yang baru putus dari pasangan. Dan lirik lagunya sebenarnya buat nunjukin bahwa kita bakalan bisa move on, nemuin seseorang lain yang bakal menggantikan dia di hati kita. Tapi swear nuansa yang dihadirkan lagu ini benar-benar bikin kita pengen ngais-ngais tanah.


Selain lagu itu, lagu John Mayer yang lain yang gue lagi suka dengerin adalah yang judulnya "All We Ever Do is Say Goodbye." Lagi-lagi lagunya bercerita tentang perpisahan. Dan lagi-lagi lagunya cukup menyayat hati dengan petikan gitar lembut si Jhon. Dan liriknya juga yang menurut gue kuat banget. Gue paling suka liriknya yang ini:

I love you more than songs can say
But I can't keep running after yesterday 

Keren kan? Om Jhon ini emang jagonya bikin lirik lagu yang keren, coba aja denger sendiri.


Masih banyak lagu Pak Jhon yang lainnya, kayak Gravity, Friends Lovers or Nothing (kayaknya cocok buat yang ngerasa kejebak di friendzone), atau yang agak ceria kayak Your Body is Wonderland.

Tapi bukan cuma bro John yang lagunya sering gue putar belakangan ini. Makin dekat akhir bulan gue juga banyak dengerin lagu-lagunya Payung Teduh. Udah tahu Payung Teduh kan? Please deh, hari gini nggak tau Payung Teduh, kebanyakan nonton acara musik pagi-pagi sih...

Oke, untuk Payung Teduh yang lagi sering gue dengerin itu dua lagu ini, "Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan" sama lagu yang judulnya "Resah." Gara-gara dengerin lagu-lagunya Payung Teduh inilah akhirnya gue jadi sadar satu benang merah dari para musisi yang lagu-lagunya banyak gue suka. Ebiet G Ade, John Mayer, Tulus, dan juga Payung Teduh, mereka punya lirik lagu yang kuat banget. Seperti yang gue bilang, gue emang manusia pencinta kata. Pasti guru Bahasa Indonesia gue dulu bangga sama gue.



Dan terakhir, ini baru gue lakukan dari tadi semenjak siang. Gue lagi suka ngedengerin lagu Juwita Malam. Yup, maha karya-nya Ismail Marzuki. Udah tahu Ismail Marzuki kan? Please deh, hari gini nggak tau Ismail Marzuki, kebanyakan main Flappy bird sih...

Entah gimana dari tadi gue terus ngedengerin lagu ini yang ternyata udah di cover oleh banyak musisi. Yang paling terkenal mungkin sih yang pernah dibawain sama Slank. Tapi ternyata musisi-musisi ini juga mampu ngebawainnya dengan nggak kalah keren, tentu dengan gaya dan aliran musik mereka masing-masing.

Versi Slank Nge-blues agak ke Rock:


David Naif nge-Jazz dengan gaya ngocolnya kayak biasa:


Tompi sama Indra Lesmana. Ngapain? Masih perlu ditanya, arisan...:


Tulus juga ada:


The Doctor & The Professor (ada Tompi, Gita Wiryawan, de el el) :

Versi suara beratnya Beby Romeo juga ada:


Yang ini gayanya Naif, lebih rock and roll:

Terserah, pada lebih suka yang mana, tapi mari kita sama-sama teriak ke Pak Ismail Marzuki: "Thanks for All the blues that you gave to us..."

Dan jangan lupa:

Berilah nama, alamat serta...
Esok lusa boleh kita jumpa pula...

0

BULAN YANG TULUS

Posted by Santosa-is-me on 8:27 PM in
Eng..ing...eng... Badak mau review musik yang lagi didengerin di bulan Februari. Dan di bulan yang nggak hujan-hujan ini, gue terus-terusan dengerin lagunya Tulus. Cuma sesekali nyasar ke Maliq d'Eesential dan Payung Teduh. Atau yang agak jauhan nyasar ke My Chemical Romance. Tapi secara keseluruhan, bulan Februari ini jadi bulannya si-Tulus.

Tulus ini emang udah lumayan lama sebenarnya jadi favorit anak-anak radio. Cuma kebetulan di momen februari ini dia launching album baru berjudul Gajah (kenapa nggak badak ya?). Dan salah satu single terbarunya berjudul "Baru" lagi wara-wiri di telinga gue. Jadinya bikin gue kepengen buka lagu-lagunya yang lain.


Sekilas tentang Tulus, dia ini seorang musisi Jazz muda yang emang lagi naik daun. Album pertamanya yang Selftitled laris manis di pasaran. Jarang-jarang ada musisi Jazz Indonesia yang bisa diterima pasar secara komersil. Tapi Tulus berhasil. Oh ya, nama aslinya Tulus ini adalah Muhammad Tulus Rusydi. Umurnya kurang lebih gue. Dan kebanyakan lagunya, dia tulis sendiri. Mantap kan?

Nah yang serunya dari lagu-lagu Tulus selain musiknya yang emang asyik, juga karena lirik yang unik. Misalnya di lagu "Sepatu." Kalo didengar baik-baik, ini lagu sebenarnya tentang pasangan yang nggak bisa menyatu. Sedih kan, tapi dengan uniknya yang asyik, lagunya nggak jadi menye-menye. Tetap sedih sebenarnya tapi lebih semangat dan..... romantis.




Beberapa lagu Tulus yang lain juga keren, asyik dan nggak kacangan. Kayak yang judulnya "Teman Hidup," "Sewindu," atau bahkan live performence-nya yang lagi nge-cover lagunya Reza Artamevia "Satu yang Tak Bisa Lepas" (kapan yah nih orang main-main ke Pontianak?). Enak banget untuk di dengerin. Apalagi buat yang lagi galau. Meski lagunya tentang patah hati juga, tapi malahan justru mampu ngebangun mood.

Tapi dari lagu-lagunya yang udah gue dengerin, gue paling suka dengan lagunya yang judulnya "Mengagumimu dari jauh." Sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat menyentuh (tuh sangatnya udah banyak banget). Soalnya mungkin, lagunya sejalan dengan apa yang gue rasain sekarang-sekarang ini (ceilah... soal ini ntar gue ceritain di lain waktu aja yak...)




Gimana? mantepkan? apa gue bilang.... makanya album yang kayak gini nih yang boleh jadi koleksi. Tentu yang aslinya ya... jangan biasakan beli yang bajakan, kecuali kepepet...

2

SEPTEMBER'S SONG

Posted by Santosa-is-me on 4:34 PM in


September. Ini bukan cuma judul lagunya Earth, Wind and Fire. Tapi September kemaren juga jadi puncak sukanya gue dengan lagu-lagu lama. Termasuk lagunya si om-om (atau opa-opa) yang ngasih namanya Avatar Ang, eh salah maksudnya Earth, Wind and Fire.

Tapi lagunya bukan satu-satunya lagu lama yang jadi gue suka di bulan-bulan kemarin. Hampir semua playlist lagu gue selama september berisi lagu-lagu dari era 80-an dan terutama yang paling banyak dari era 90-an.

Gue sebenarnya nggak setua itu. Gue lahir aja di penghujung tahun 80-an. Maka gue sama sekali nggak pernah tahu apa lagu-lagu yang hits di tahun segitu. Bahkan masuk ke era 90-an, ketika orang-orang sibuk ama grunge dan Nirvana baik waktu si Kurt Cobain hidup atau sampe dia udah meninggal (mungkin karena dia suka nyobain apa aja makanya dia jadi make drug, padahal diiklan udah dibilangin orang terlibat narkoba sering kali karena coba-coba. Poor Kurt), gue masih sibuk teriak-teriak "Ci... Luk... Ba...!!!" menirukan kecentilannya Maissy (padahal gue cowok, astaga....!!!).

Jadi kalo sekarang gue baru nyadar kalo era-90-an itu musik lagi "great" banget, wajarlah. Salah satunya sama lagunya "I Would Do Anything for Love (but I Wont do That)"-nya si Meatloaf. Namanya aneh memang. Tapi gue justru kenal dengan om satu ini bukan dari lagunya. Tapi dari filmnya. Pernah nonton Fight Club. Iya, yang dibintangin sama Brad Pitt dan Edward Norton. Yang mana yang namanya Meatloaf? Dia itu si Bob, cowok gendut yang punya (maaf) payudara dan kemudian ketembak mati (poor Bob).



Bukan cuma Meatloaf. Gue juga jadi suka dengan lagu-lagu era 90-an lainnya. Salah satunya adalah R.E.M, terutama yang lagunya "Losing my Religion." Mengapa gue suka lagu ini? Bukan cuma karena lagunya emang bagus, tapi juga karena video clipnya bagus. Yang paling ikonik dari video clip ini adalah tariannya Michael Stipe yang meski keliatannya lucu dan ngasal bagi gue keren banget.

So wajar kalo lagu ini pernah masuk nominasi Academy Award, cuma gue lupa menang atau nggak. Dan R.E.M sendiri juga banyak lagu bagusnya. Kalo gue sih cuma tau yang "Losing my Religion" sama dengan yang "Everybody Hurts." Tapi kalo kata temen gue yang ahli dengan era-90-an (baca: pelakunya) banyak lagu R.E.M yang bagus cuma nggak seterkenal lagu-lagu itu. Ntar coba di cari deh...




Copyright © 2009 BIG RHINO WHO WANTS TO FLY All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.