0

SEMBUH DARI INSOMNIA

Posted by Santosa-is-me on 5:43 PM in
Selama ini gue sebenarnya penderita Insomnia berat. Biasanya gue selalu begadang, bahkan sampe nggak tidur semalaman. Rajin minum kopi dan makan nasi goreng di tengah malam. Maka kalo ditanya kok badan gue bisa jadi lebar gini, sebenarnya yang salah itu penyakit insomnia gue, bukan gue (nggak mau disalahin...)

Gara-garanya sih waktu gue sakit kemaren. Namanya juga orang sakit, bawaannya disuruh istirahat melulu. Baru juga selesai istirahat, udah disuruh istirahat lagi. Dan begitu gue sembuh, ternyata eh ternyata gue jadi gampak ngantukan. Baru jam 8 malam aja biasanya gue udah kepengen masuk kamar (padahal gue tidurnya masih sendiri).
Ingin sembuh insomnia? Sakitlah! Trust me, it's work...
Oke tapi, sembuhnya insomnia gue ini dampaknya lumayan fatal bagi gue. Hidup gue mendadak berubah. Dan pastinya jam biologis gue balik lagi kayak orang kebanyakan. Berasa nggak anti mainstream lagi.

Dampak pertama dan terpenting dari hilangnya Insomnia gue adalah gue jadi jarang nonton film tengah malam di televisi. FYI, film tengah malam di tv adalah salah satu favorit gue. Biasanya di tengah malam, tv-tv muterin film-film lama. Dan kalo beruntung, biasanya gue bisa dapat film lama yang keren banget. Beberapa film keren kayak A Knights Tale, Stardust, The Fan, Outsourced atau Loins of Punjab Present. Bahkan kadang-kadang juga bisa dapet film India atau Cina yang keren juga. Malah dulu juga gue sempat nemu film kartun yang tayang jam segitu (nggak ngerti sih maksudnya apa tayang jam segitu).

Nah sekarang, gue jadi jarang nonton film di tv karena boro-boro nunggu tengah malam, waktu Tukang Bubur muncul aja gue dah tidur dengan sukses. Gue sekarang cuma bisa nonton film yang tayang agak awalan dan kebanyakannya film keluarga yang udah tayang berkali-kali. Ada juga film-film box office yang ditayang agak awal, tapi gue musti berantem dulu dengan emak gue buat nontonnya, dan biasanya sih gue kalah. 

A Knight's Tale, hasil nemu di TV
Dampak yang kedua, gue jadi jarang nonton bola lagi. Terakhir gue nyoba nonton bola itu pas final liga Champion kemaren. Gue udah memaksakan diri dengan segala cara buat begadang, tapi hasilnya adalah : tertidur dengan tv menyala di sepanjang babak pertama. Pas pergantian babak gue masuk kamar dan matiin tv, nyerah.

Akibatnya gue jadi jarang nonton Inter main. Bahkan gue juga kelewat beberapa pertandingan penting, salah satunya final liga Champion kemaren. Padahal Piala dunia sebentar lagi. Tapi ngomong-ngomong, kalo di Brazil pertandingannya jadi jam berapa di Indonesia?

Dampak yang ketiganya adalah gue jadi jarang nulis. Selain karena komputer gue rusak, alasan gue jadi jarang nulis juga adalah karena jam biologis gue berubah. Biasanya gue emang selalu menulis di malam hari. Nggak tahu kenapa, tapi kalo udah tengah malam itu ide-ide berkeluaran. Nulis jadi lancar aja pokoknya.
Pengen banget bisa nulis sambil tidur
Dan sekarang, gue masih berusaha untuk belajar menulis di siang hari. Yah, mau gimana lagi, gue musti tetep nulis walaupun tidur gue udah berubah jadwal nggak kayak dulu lagi. 

Nah dampak yang keempat, kuota internet gue jadi nggak kepake. Ceritanya kemaren gue sempet beli kuota internet buat download yang lumayan banyak. Rencana gue awalnya sih buat gue download lagu dan film. Tapi kuota internetnya itu cuma berlaku diantara jam 12 malam sampe jam 6 pagi. Dan karena gue sekarang nggak sanggup begadang, kuota internet gue itu jadinya sia-sia deh.

Masih ada satu lagi dampak dari hilangnya insomnia gue. Gue jadi berhenti dari salah satu kebiasaan gue setiap malam. Tapi gue nggak bisa ceritain apa kebiasaan gue itu. Gue udah berjanji itu rahasia. Tapi ada rahasia lain yang akan gue buka biar nggak ada fitnah diantara kita dan semua orang jadi tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. 

Ya, sebenarnya bukan gue yang ngebunuh Harvey Dent!!! (Hehehe jadi taukan alasan Nolan nggak mau nerusin sekuel Dark Knight).

Pensiun karena nggak sanggup begadang lagi...

0

LAGU BULAN MEI

Posted by Santosa-is-me on 5:06 PM in

Gue baru tahu kalo personil duo She and Him itu salah satunya ternyata Zoey Deschanel. Kalo liat di film Yes Man dan 500 days of Summer (dua film yang bikin gue demen ama dia), sebenarnya sih udah nampak banget kalo mbak Zoey ini lumayan bisa nyanyi. Plus juga kayaknya dia punya selera musik yang bagus (gak jelas juga sih gue menilainya dari mana, tapi anggap aja gitu deh pokoknya). Jadi kalo ternyata dia punya band, gue sih sama sekali nggak heran.

Tapi swear, gue sebenarnya udah suka denger lagu-lagunya She and Him ini sebelum gue tahu bahwa mbak Zoey ini salah satu personilnya. Emang dasar lagunya enak, easy listening, catchy namun nggak kampungan (cuma gue gak tau, kok sama sekali nggak kepikir kalo itu suaranya mbak Zoey). Coba deh dengerin, pasti suka. 




Selain She and Him, gue juga lagi demen dengerin Jhagad and NuSaha. Jangan tanya gue arti dari nama mereka apa. Yang gue tau cuma kalo Jhagad itu nama orang. Sedang kalo NuSaha gue masih belum ngerti itu diambil dari kata apa. Mungkin mereka dari sunda kali (kan Saha dari bahasa Sunda kan?). Tapi kalo liat dari info Mbah Google sih mereka ini dari Jawa Timur. Jadi mungkin mereka orang Sunda yang nyasar di Jawa Timur.

Nah, lagu Jhagad and NuSaha ini yang judulnya "Thanks for All the Blues" asyik banget. Enak. Walaupun kalo kata temen gue English-nya masih berasa Indonesia. Yah, namanya juga orang Indonesia, apa pun bahasa yang di pakenya, nontonnya tetep Cinta Fitri.





Gue juga lagi demen sama lagu Let Her Go-nya Passenger sama Phoenix-nya Fall Out Boy.



0

NGGAK HARUS JAUH

Posted by Santosa-is-me on 4:57 PM in
Waktu nulis ini, gue baru aja pulang dari pantai. Pantai Jungkat tepatnya. Bukan pantai sih tepatnya, tetapi sesuatu yang berada di tepian muara sungai yang menuju laut. Yang meski nggak ada pasir seperti layaknya pantai dan bahkan nggak ada ombak selayaknya laut (emang bukan laut), namun dengan seenaknya disebut sebagai pantai. Tapi nggak heran sih, orang Pontianak emang gitu. Emak gue aja nyebut sungai Kapuas itu laut.

Mungkin pantai Jungkat ini satu-satunya pantai (walau bukan pantai) yang paling dekat dengan kota Pontianak. Makanya, orang-orang Pontianak yang pengen ngerasain laut (walau bukan laut), datangnya ya ke Jungkat Beach ini.

Jangan tertipu dengan namanya...
Gue perginya bareng temen-temen gue. Dan gilanya ternyata mau masuk bayarnya IDR 5000 kalo pake motor. Kalo pake bus dihitung per orang. Gue jutek berat sebenarnya. Karena ini jelas-jelas penipuan publik, Jungkat Beach ini bukan pantai. Kembalikan uang kami (<<<<< manusia nggak mau rugi).

Udah jelas sih, meski pantai jungkat (yang bukan pantai) ini ngakunya pantai, tapi jangan harap bisa berenang di sana. Jangan harap juga bisa main pasir. Tapi kalo yang suka main RC boat, di sini ada danau buatan yang kayaknya cocok banget buat main perahu remote control.

Soal fasilitas sih, pantai Jungkat (yang bukan pantai) ini sangat pas-pasan. Cuma karena dekat banget dengan Pontianak, ini mungkin bisa jadi alternatif buat piknik bareng temen atau keluarga namun nggak mau capek. Gue tadi perginya bareng temen-temen gue, yah... paling tidak meski gue nggak bisa berenang (agenda wajib gue kalo ke pantai), tapi paling nggak gue bisa menikmati waktu santai sejenak bareng temen-temen gue.

Pantai yang bukan pantai...
Ada kapal karam di muara Kapuas
Tapi ada yang nggak biasa juga di pantai jungkat (yang bukan pantai). Gue bisa liat sendiri kapal Binaiya yang lagi karam dan kemaren sempet masuk berita itu.
***
Kemaren, pas sore menjelang malam minggu, gue sempet menghabiskan waktu jalan-jalan sendirian di pinggiran sungai Kapuas. Ternyata pemandangan di sana keren banget. Berasa pengen bergandengan tangan dengan cewek di sebelah gue. Tapi ternyata gue masih sendiri (balada seorang jomblo di malam minggu).

Senja di sisi sungai Kapuas itu keren banget. Dan siapapun yang ke Pontianak tapi melewatkan senja di Kapuas, maka kalian telah melewatkan hal terbaik di Pontianak.

Ternyata, nyari yang keren-keren dan indah-indah itu nggak harus jauh. Yang deket-deket juga ada.

Eksotis nan romantis


0

GENERASI 90-AN

Posted by Santosa-is-me on 9:01 AM in
Nostalgia dikit ya.... Apa yang bisa diingat dari era 90-an? Grunge? Nirvana? Atau Kurt Cobain? Atau juga Dunia Dalam Berita? Mulai lahirnya RCTI? Hingga boomingnya grup Band Stinky?

Hehehehe... gue, di awal era 90-an masih bocah. Jadi gue banyak kelewat hal-hal keren zaman itu yang jadi konsumsi orang gede. Gue nggak tahu kalo Kurt Cobain itu vokalisnya Nirvana dan tampangnya sama sekali nggak mirip dengan Bob Marley. Juga nggak tahu kalo Grunge itu aliran musik bukan salah satu varian jajanan pasar.

Gue (bukan) Bob Marley
Nah karena waktu itu gue masih bocah, dan waktu gue kebanyakan habis buat pacaran (maklum playboy!!!), jadi gue nggak terlalu inget apa yang terjadi waktu itu. Tapi syukur, ada beberapa hal yang masih gue ingat banget dengan jelas dari era itu yang kalo mungkin ditanyaain ke anak zaman sekarang mungkin pada nggak tahu dan balik nanya "Itu makanan ya Om?"

Salah satunya adalah Kotaro Minami. Siapa nggak kenal dengan Kotaro Minami? Siapapun yang sejaman dengan gue pasti kenal dengan manusia ganteng satu ini. Kalo nggak kenal, cuma ada dua kemungkinan, kalian tinggal di pelosok hutan atau kalian maennya sama barbie.

Dia ini konon anaknya matahari. Punya ikat pinggang segede gaban. Dan kalo dia melakukan sebuah gerakan-gerakan khusus, mendadak dia bisa berubah wujud jadi makhluk aneh bertopeng (berhelm lebih tepatnya) dan sampe sekarang masih jadi misteri bagaimana cara dia bernafas (nggak ada lubang nafas soalnya).

Hati-hati... dia akan berubah!
Pokoknya jaman itu, gue dan temen-temen gue tiap sore nggak pernah ngelewatin si om Kotaro ini berubah. Gue bahkan pernah sampe mencak-mencak cuma gara-gara diajak pergi sama orang tua gue pas jam sinetronnya om Kotaro ini tayang. Bagi gue dan temen-temen dulu, Om Kotaro ini idola. Kita rela ngelakuin apa aja biar bisa seganteng om Kotaro dan juga bisa berubah.

Selain Om Kotaro, zaman itu juga ada fenomena lain yang cukup gue ingat. Fenomena itu namanya Maissy Pramaishella. Kalo anak jaman sekarang ditanya nama Maissy, mungkin pada nggak ngeh. Tapi kalo ditanyain ke anak-anak di zaman gue, pasti pada tau semua, bahkan jangan-jangan banyak yang ngaku-ngaku pacarnya, hehehe (gue salah satunya).

Yups, Maissy ini salah satu artis cilik idola anak-anak zaman gue (ya termasuk gue juga). Gue selalu nungguin acaranya (kalo nggak salah judulnya Ci... Luk... Ba...!). Gue juga bahkan hafal lagu-lagunya lengkap dengan gaya centilnya si eneng ini (oke, mungkin waktu itu gue mungkin agak labil dengan orientasi seksual gue). Sayang sekarang si Maissy udah nggak tau kemana.

Neng Maissy, Where are you now?
Itulah beberapa hal keren di zaman dulu yang sampai sekarang masih gue ingat banget. Hehehe mungkin anak jaman sekarang nggak menganggapnya keren, bahkan mungkin pada nggak tahu. Tapi untuk gue, hal-hal ini, dan juga hal-hal lain kayak Balada si Roy, Lupus, peger, telepon kartu, Jin dan Jun, bahkan sampe snack-snack yang sekarang udah lenyap dari muka bumi, adalah kenangan yang nggak bakal hilang. Tahun 90-an adalah tahun dimana gue tumbuh besar, jadi gue dengan senang hati ngaku sebagai generasi 90-an.

0

CINTA PERTAMA

Posted by Santosa-is-me on 8:53 AM in
Hehehe, sorry ya kalo post kali ini rada-rada telenovella dikit. Jadi buat yang alergi drama korea atau cerita Rosalinda, mending minum obat anti mabok dulu gih, dari pada ntar muntah-muntah dan pusing kepala gara-gara baca cerita gue.

Ceritanya, belakangan ini entah kenapa gue jadi teringat-ingat terus dengan cinta pertama gue. Beneran, bahkan sampe kebawa ke dalam mimpi segala. Padahal gue udah jarang banget ketemu sama dia. Tapi emang bener kayaknya yang dikatakan para pakar percintaan, cinta pertama itu nggak bisa dilupakan. Bisa kita tinggalkan, tapi nggak bisa kita lupakan.

Gak bisa move on, nasib....
Kalo di inget-inget lagi, cinta pertama tuh lucu juga. Gue jatuh cinta pas masih kecil. Sekitar umur delapan atau sembilan tahun. Dan cinta pertama gue adalah temen main gue waktu itu. Usianya sekitar dua tahun di bawah gue (kita emang terlalu awal mengenal cinta, maklum korban pergaulan...). Emang sih itu cinta monyet-monyetan, walaupun sebenarnya gue nggak merasa pernah melibatkan monyet dalam urusan cinta-cintaan. Tapi tetep aja bagi gue cinta di masa itu spesial banget. Walaupun sejujurnya waktu itu gue nggak begitu ngerti soal cinta.

Tapi menurut gue, sebenarnya justru cinta di masa itulah cinta yang paling jujur. Cintanya nggak menuntut apa-apa. Cinta yang hadir cuma kerena kita merasa nyaman bersama dia. Cinta yang nggak pernah menuntut pasangan kita untuk sempurna. Bener nggak sih gue? Nggak tau juga sih, gue bukan pakar percintaan.


Sekarang sih, gue dan cinta pertama gue udah bukan anak-anak lagi. Sekarang kita udah jadi dua orang dewasa yang pastinya udah nggak mungkin kayak dulu. Tapi kata orang kalo jodoh enggak kemana. Emang sih kebanyakan cinta pertama nggak berakhir sebagai cinta terakhir. Kebanyakan temen gue yang udah merit menikahnya dengan cewek yang dikenal belakangan, bukan pacar pertama apalagi cinta pertama. Tapi masih ada Ran sama Shinichi, terus Kogoro dan Eri Sasaki (walaupun akhirnya mau cerai juga), bahkan si Heiji dan Kazuha, semuanya temen dari kecil yang berlanjut pacaran bahkan hingga menikah (oke, gue emang kebanyakan baca komik).



Mereka dari awal udah nggak akur sebenarnya...
Gue sih masih menunggu apa rencana Tuhan buat gue. Apakah cinta pertama gue akan jadi cinta terakhir gue? Atau selamanya cuma jadi cinta pertama? Yang pasti sekarang, gue sedang berusaha mencari cinta terakhir gue, amiiiin.....

0

BALADA KOMPUTER RUSAK

Posted by Santosa-is-me on 7:45 PM in
Oke, yang pertama, up date terbaru buat musim ini, hasil final Liga Champions : Bayern mengalahkan Dortmund dengan skor 2-1. Lengkaplah penderitaan Dortmund musim ini, kehilangan Shinji Kagawa, nggak berkutik di liga, gagal di final liga Champions dan dipastikan kehilangan Mario Gotze yang ironisnya nyebrang ke tim yang mengalahkan mereka, Bayern Munchen.

Selain itu, hasil final ini juga melengkapi ironi di Munchen, mereka mendepak pelatih yang memberikan mereka gelar juara. Penggantinya sih cukup menjanjikan, tapi mampukah ia mengulangi kesuksesannya seperti di Barcellona? Hmmm.... tanpa Messi, Xavi dan Iniesta? Perlu kita buktikan nanti....

Beban berat ada di pundakmu mas....
Ngomong-ngomong soal ganti pelatih, tim kesayangan gue juga baru aja ganti pelatih. Yups, dari Strama, dan sekarang pindah ke Walter Mazzari. Siapa dia? Gue juga nggak kenal sih, cuma yang gue tau, dia ini kemaren yang melatih Napoli dan bikin Napoli yang tadinya klub gurem, kini kembali di perhitungkan.

Pelatih baru, musim baru dan udah pasti bakalan ada pemain baru juga. Maka bursa transfer adalah obrolan paling hangat bagi gue dan temen-temen gue belakangan. Dan kemaren, di twitter gue dan temen-temen gue sesama pencinta Inter ngobrolin siapa yang kira-kira bakalan dibeli oleh Mazzari musim depan. Ada yang nyebut nama si A, ada juga menyebut nama si B.

Waktu giliran gue ditanya, gue cuma ngejawab dengan tweet singkat: LUCIANO MOGGI. Hehehe, kalo ada Luciano Moggi, Inter nggak perlu capek-capek beli pemain. Wasitnya udah tak beli semua. 

***

Sebulan belakangan ini gue lagi dapet musibah besar. Komputer gue rusak, nggak mau nyala. Konon menurut temen gue yang cukup ngerti komputer, katanya ada file sistem di komputer gue yang korup.
Gue termasuk tipe pemakai komputer yang baik. Maksudnya adalah gue itu taunya Cuma make aja. Gue sama sekali nggak ngerti soal komputer. Makanya waktu temen gue ngomong gitu, bawaannya gue kepengen ke KPK aja. Di kepala gue, apa-apa yang korup harus di bawa ke KPK.


Sebenarnya sih, gue tau kenapa komputer gue jadi bernasib kayak gini. Ceritanya terjadi sekitar sebulan yang lalu. Malam itu hujan. Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Di luar sunyi. Tak ada suara selain bunyi air hujan yang menyentuh atap. Seorang pembunuh bayaran sedang mengendap-endap di belakang gue. Di tangannya, ada sebilah pisau yang masih berlumuran darah. Dan…. Nggak deng, kebanyakan nonton film horor nih…Yang bener, malam itu gue sedang nge-download anti virus. Yups, anti virus. Komputer gue emang lagi terserang virus.


Begitu selesai download, dan sukses menginstall tuh anti virus, gue dengan sotoynya membantai seluruh virus-virus itu. Dan virus-virus itu mati bergelimpangan tidak berdaya. Ter-delete satu-satu dari directory gue. Mungkin waktu itu, gue udah nggak ubahnya Batossai si pembantai bagi para virus-virus tersebut.
Oke, semua Nampak sempurna. Virus-virus itu berhasil dibasmi dan gue lenyapkan dari komputer gue. Tapi entah karena gue kualat sama virus-virus itu, ada satu hal yang nggak gue sadari saat itu: ada file sistem yang juga telah hilang dari komputer gue.



Batosai yang kualat sama para virus...
Maka, ketika besok paginya gue nyalain komputer tanpa curiga sedikitpun, apa yang gue temui? Pertama gue masih nggak merasa ada yang salah. 10 detik. 20 detik. Dan gue akhirnya menyadari, komputer gue nggak bisa nyala.  Dia Cuma bisa munculin logo windows terus kemudian ke-restart ulang lagi.

Komputer gue perlu di install ulang. Itulah penerawangan temen gue yang kayaknya nggak memihak siapapun di antara Eyang Subur atau Arya Wiguna (Apa sih?). Dan gue galaunya bukan main, khawatir bakal banyak data penting yang hilang. Tapi akhirnya, gue emang harus merelakan komputer gue untuk di install ulang. Sedih sih, mungkin komputer gue nggak akan pernah sama kayak yang dulu lagi. Gimana kalau ntar dia nggak ingat lagi sama gue. Hiks… tampaknya semua hubungan itu memang selalu seperti ini…



Jangan pernah berubah, atau ku jual kau ke Bagogo...
Karena sekarang ini komputer gue belum beres-beres juga, terpaksa gue jadi jarang nulis. Ini aja gue ngetik dari warnet.


***


Oh ya…. Akhirnya gue ketemu juga dengan polwan yang cakep di dunia nyata. Ternyata beneran, ada polwan yang cakep…. Asal jangan bikin foto kayak briptu R aja ya neng polwan…



3

POLISI JAMAN SEKARANG

Posted by Santosa-is-me on 10:12 PM in

Gue sebenarnya termasuk orang yang gak begitu suka dengan polisi. Sebabnya karena gue pernah punya pengalaman buruk ditilang waktu zaman SMA sama polisi yang galak banget. Bukan cuma itu, cewek inceran gue waktu SMA dulu juga direbut. Bukan sama polisi yang nilang gue sih, tapi sama temen gue. Cuma temen gue itu sekarang jadi polisi. Jadi lumayan untuk nambah-nambahin alasan gue nggak suka sama polisi.
Gue gak takut sama polisi.....................tidur
Selain itu, gue juga beranggepan segala sesuatu yang berurusan dengan polisi selalu aja ribet. Makanya gue termasuk yang berusaha sebisa mungkin untuk tidak berurusan dengan polisi. Waktu SIM gue mati aja, gue males banget buat manjanginnya. Waktu mau ngelamar kerja, gue dengan berat hati terpaksa harus bikin SKCK, karena keterangan dari enyak gue, kalo gue anak baik ternyata nggak cukup.


Gue sih nggak nyalahin para polisi itu. Walau kebanyakannya kayaknya galak, namun gue tahu mereka sebenarnya baik-baik. Gue pernah liat ada polisi yang bantuin bapak-bapak yang motornya mogok. Gue juga sering nemuin polisi yang ngebantuin ibu-ibu yang kesusahan nyebrang jalan. Sayangnya belum ada polisi yang pernah bantuin gue. Gue sebenarnya pengen minta bantu dibayarin hutang sama para polisi itu, tapi kayaknya mereka nggak mau deh…

Tapi ternyata zaman sudah berubah. Musim telah berganti. Dan Naruto sudah hampir tamat. Polisi sekarang isinya gak lagi cuma bapak-bapak galak yang doyan nilang. Atau berisi cowok-cowok brengsek yang suka merebut inceran temannya waktu SMA (masih dendem ceritanya…). Tapi isinya juga ternyata banyak cewek-cewek cakep.

Oke, emang temen-temen cewek gue waktu kecil banyak yang bilang mau jadi polwan waktu di suruh guru SD maju ke depan kelas menceritakan soal cita-citanya. Bahkan lebih banyak lagi yang bilang mau jadi dokter. Tapi kenyataannya, setahu gue gak ada diantara temen-temen gue itu yang beneran jadi polwan. Apalagi jadi dokter. Nggak sesuai dengan omongan mereka waktu masih kecil. Jadi, entah waktu kecil mereka ini emang sengaja ngebohongin guru (kecil-kecil udah suka bohong) atau emang otak mereka gak sanggup buat jadi polwan dan dokter. Tapi mereka masih mending sih dibanding gue. Cita-cita gue waktu kecil pengen jadi Ksatria Baja Hitam.
 
Cita-cita gue waktu bocah
Balik ke soal polisi, ternyata cewek-cewek yang jadi polwan semakin banyak. Dan yang cakep juga makin banyak. Bahkan banyak yang bilang mereka lebih cocok buat jadi model. Tuh liat aja di laporan NTMC yang nongol di Metro TV tiap pagi. Yang laporin biasanya polwan-polwan cakep. Walau gue agak kurang ngerti sih apa gunanya ngelaporin kondisi jalanan Jakarta di TV nasional yang ditonton orang dari Sabang sampe Marauke.

Bukan hanya itu, gue juga pernah nonton dengan mata kepala gue sendiri (habis, kepala siapa lagi?) bahwa polwan-polwan ini juga bikin girlband. Iya, girlband, kayak Cherrybell dan JKT48. Sayang mereka pake seragam polisi, jadi roknya gak pendek (yang suka mesum, hati-hati ditangkap lho).

Begitulah, ternyata polisi sekarang sudah banyak berubah. Mereka gak lagi melulu berkesan galak dan sangar. Bisa juga berkesan manis dan cakep. Gue sebagai masyarakat yang peduli dengan lembaga kepolisian sih seneng-seneng saja. Artinya polisi telah berhasil tampil lebih dekat dengan masyarakat. Cuma khawatirnya gue, jangan-jangan ke depannya makin banyak cowok-cowok jomblo yang sengaja ngelanggar aturan lalu lintas biar bisa ditilang sama polwan-polwan cakep ini.

And ada satu misteri lagi yang nggak bisa gue mengerti sampe sekarang…. Entah kenapa gue nggak pernah nemu ada polwan-polwan cakep ini di kehidupan nyata gue. Yang ada gue tetap aja ditilang sama bapak-bapak polisi yang galak banget… Mana polwan-polwan cakep gue….???

My Briptu Eka, Where are you....?


Copyright © 2009 BIG RHINO WHO WANTS TO FLY All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.