1

FILM: GUARDIANS OF THE GALAXY

Posted by Santosa-is-me on 9:42 AM in
Apa lagi yang musti gue bahas dari film ini? Bahwa ini adalah film Marvel? Dan bahwa seperti biasanya, Marvel selalu berhasil menghadirkan sebuah film superhero yang keren sekaligus menghibur?

Guardians of the Galaxy mungkin memang nggak seterkenal superhero Marvel lainnya macam Kapten Amerika, Iron Man, Spiderman atau bahkan Hulk. Tapi menurut gue, justru di sanalah kekuatan film ini. Dengan tokoh yang tak sepopuler karakter superhero lain, memberikan ruang bagi sutradara untuk mengeksplorasi ceritanya dengan lebih luas. Bayangkan aja misalnya, ketika Peter Parker di The Amazing Spiderman yang diperankan Andrew Garfield dianggap kurang nerd, berapa banyak para penggemarnya yang protes karena tidak sesuai dengan gambaran sosok Peter Parker di komik. Yah begitulah memang jeleknya para pencinta komik superhero di sini, selalu membanding-banding semuanya dengan komik.

Nah untungnya buat Guardians of the Galaxy masih belum banyak yang kenal mereka. Gue sendiri aja baru nyari tau soal mereka saat ada info kalo filmnya ini mau dibuat. Karena itulah, menurut gue, si pembuat film bisa lebih bebas mengembangkan karakter para penjaga galaksi ini tapi tentu saja tanpa menghilangkan pakem-pakem utama seperti yang ada di komiknya.

Formasi film dalam komik, agak beda kesannya ya?
Untuk kali ini, Guardian of the Galaxy terdiri dari Peter Quill aka Star-Lord, seorang pencuri barang-barang berharga, Gomora, putri angkat Thanos, makhluk terkuat di galaksi, Rocket Raccon dan Groot, pasangan absurd pemburu hadiah (seekor racoon bisa bicara dan makhluk tanaman yang cuma bisa ngomong "I am Groot") serta Drax, petarung yang anak dan istrinya dibunuh oleh Ronan, penjahat utama di film ini. 

Mereka bertemu karena si Peter Quill mencuri batu milik Ronan yang bisa bikin sebuah planet hancur hanya dengan sekali sentuh. Dan entah bagaimana, team ini bisa terbentuk dari yang awalnya Gomora kepengen nyuri dari Peter Quill, si Rocket dan Groot yang awalnya kepengen nyulik si Peter Quill, dan Drax yang kepengen ngebunuh Gomora. Bayangkan, dari yang musuhan bisa jadi team. Nah team inilah yang kemudian berperang melawan Ronan untuk menyelamatkan galaxy dari kehancuran. Dalam hal ini menyelamatkan planet Xandar.
Awalnya musuh, kemudian jadi temen, mainstream cerita film....
Secara keseluruhan film ini sangat-sangat menghibur. Banyak adegan-adegan yang akan mampu memancing tawa buat yang menontonnya. Karakter-karakter yang ada juga mampu memberikan nilai tambah untuk film. Bradley Cooper dan Vin Diesel sukses menghidupkan karakter Rocket Raccon dan Groot dengan suara mereka. Tingkah mereka semua yang menurut gue absurd juga akan bikin kita merasa terhibur sepanjang film. Plus juga deretan soundtrack dari musik-musik era 70-80an, yang entah bagaimana bisa bikin film ini makin keren di telinga gue. Filmnya Science Fiction tapi musiknya jadul, menurut gue ini suatu perpaduan yang unik.

Satu yang nggak gue lakukan kemaren pas nonton adalah nungguin post credit scene atau nggak? Soalnya sejak Marvel merilis serinya dengan post credit scene, ini selalu jadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu. Cuma sayangnya, kemaren itu gue nonton yang versi 3D, jadinya begitu credit title udah keluar, abang-abang yang ngumpulin kacamata 3D-nya udah nungguin aja. Dan gue bawaannya berasa nggak tenang kalo ditungguin. Jadinya gue cabut deh...

Tapi, nggak nyesal deh nonton filmnya. Gue nggak begitu tahu komiknya, jadi gue nggak bisa membandingkan antara film atau komiknya. Tapi seperti yang gue bilang di atas, nggak terlalu populernya Guardian of the Galaxy dibanding superhero Marvel lainnya, bikin eksplorasi atas karakter bisa lebih luas. Kayak tokoh Yondu yang di film ini kerjanya nguber-nguber Peter Quill, sebenarnya adalah salah satu founding member dari Guardians of Galaxy. Dan gue nggak tau ada yang protes atau nggak dengan ini. Kalo gue sih nggak.

Yondo, kelakuannya konyol, tapi kemampuannya dahsyat...

4

CATATAN RANDOM TENGAH MALAM

Posted by Santosa-is-me on 12:11 AM in
Hmmm... gue sebenarnya lagi nggak tau mau nulis apaan. Jadi gue cerita aja deh apa yang lagi gue rasain dan alami seharian ini.
Waktu nulis ini, gue baru aja habis dari nonton Guardian of the Galaxy. Filmnya seru. Marvel emang tau gimana resepnya bikin film yang menghibur. Bahkan dengan karakter-karakter superhero yang nggak sebeken Iron Man atau Kapten Amerika sekalipun.
Team yang kompak dan koncak, benar-benar menghibur...
Yah, tapi gue nggak lagi mau cerita soal film. Ntar deh kapan-kapan gue buat reviewnya di mari. Sekarang gue cuma mau cerita gimana warna-warninya perasaan gue hari ini.

Pagi-pagi sekali gue udah dihadiahi kejutan yang menyenangkan. Temen gue siaran saban pagi, yang cewek tentu saja, memutuskan untuk make jilbab. Benar-benar kejutan besar bagi gue, karena sehari sebelumnya pas siaran bareng, semua normal-normal aja.

Menurut ceritanya sendiri sih, ini gara-gara dia nonton acara Mamah Dedeh. Si Mamah sebenarnya pagi itu nggak lagi ngomongin jilbab, melainkan cerita soal kesenangan dunia. Tapi entah kenapa, temen gue ini kepikiran banget dengan acara Mamah Dedeh pagi itu. Bahkan dia bilang, dia sampe meneteskan air mata segala. Dan jadilah, pagi itu juga dia memutuskan untuk memakai jilbab.

Menurut gue, mungkin inilah yang namanya hidayah. Seperti kata pak ustadz, kalo Allah udah ngasih hidayah datangnya bisa jadi dari jalur yang nggak terduga-duga dan nggak ada yang bisa menahannya. Dan gue memutuskan, mulai besok gue pengen nonton Mamah Dedeh juga. Tepi semoga gue nggak ikutan jadi kepengen pake jilbab juga.
Temen gue dapet hidayah gara-gara Mamah atau si Aa'?
Yang pasti gue seneng banget. Pokoknya setiap orang yang pengen menjadi lebih baik pasti bakal gue dukung. Dan rencananya, gue kepengen ngasih temen gue ini hadiah. Biar dia makin semangat buat ngejaga jilbabnya dan bisa istiqomah.

Siangnya, gue giliran dibuat kesal. Ceritanya gue baru aja beli hape baru karena hape yang lama udah rusak. Kemudian pas mau mindahin sim card, gue akhirnya sadar. Ternyata salah satu sim card gue udah lewat masa expired dan nggak bisa dipake lagi.

Maka, gue angkutlah sim card gue itu ke kantor provider sim card gue tersebut. Dengan harapan nomernya bisa balik lagi dan digunakan lagi. Tapi ternyata, si mbak-mbak costumer service malah bilang sim card gue udah nggak terselamatkan, hu..hu..hu...

Hancur perasaan gue saat itu juga. Soalnya maklum aja, gue udah make nih nomer sejak lama. Dengan nomer ini gue udah bisa digolongkan sebagai salah satu pelanggan setia provider tersebut. Yah, mungkin gini ya kali rasanya patah hati. Gue jadi bisa memahami gimana perasaan Dian Sastro dulu waktu gue tolak.

Rencananya sih, gue nggak bakal nyerah. Besok gue bakal dateng lagi ke kantor provider itu. Mudah-mudahan akan ketemu jalan keluar biar gue bisa kembali menggunakan nomer tersebut seperti sedia kala.

Nah, terakhir, di penghujung malam ini, gue mendadak lagi merasakan rindu yang luar bisa. Hmm... konyol memang sih kedengarannya.

Yah, malam ini fikiran gue mendadak jadi melankolis. Sedikit banyak hal ini bikin gue nggak tau harus ngapain. Sebagian diri gue kepengen gue nyalain motor, datang ke rumah orang yang gue kangenin, dan ketemu sama dia, melepas rindu. Tapi, sebagian diri gue yang lain bilang ini bukan waktunya. Bersabarlah, sedikit lagi, waktunya pasti akan tiba.

Ah sudahlah... gue udah ngantuk banget. Sekian aja cerita dari gue. Gue mau tidur dulu, besok pagi masih harus masuk kerja.

Tapi sebelum itu, gue cuma mau berdoa: Ya Tuhan, kabulkanlah doa orang-orang yang mencintai gue. Dan semoga Kau beri kekuatan kepada hamba ini untuk menghadapi rasa rindu ini. Semoga, setidaknya sampai nanti gue tiba di pintu kebahagiaan... bersama dengan orang yang gue rindukan saat ini, amiiin...

Dan mudah-mudahan malam ini gue mimpiin dia...

Lalu mendadak gue jadi kepengen baca ulang bukunya Seno Gumira Ajidarma yang judulnya "Aku Kesepian Sayang, Datanglah Menjelang Kematian."

Teman bacaan malam ini....


0

LAGU AGUSTUS

Posted by Santosa-is-me on 5:10 PM in
Lagu apa yang enak didengerin di bulan agustus ini?

Hmm, gue kepengen nyahut lagu Hari Merdeka. Tapi kayaknya itu udah mainstream banget deh kayaknya. Lagu-lagu nasional emang mendadak jadi primadona di bulan ini. Band Coklat mendadak laris lagi. Eh tapi Kikan-nya kemana ya? Eh, udah keluar? Kapan? (maaf, gue selalu ngerasa Coklat tanpa Kikan itu ibarat BBB tanpa Melly Goeslaw)

Oke, balik lagi soal lagu. Untuk Agustus ini gue ngedengerin beberapa lagu baru yang menurut gue lumayan bagus. Kebanyakan memang lagu-lagu dari penyanyi lokal. Beberapa mungkin artis baru atau bergerak di ranah indie jadi namanya rada asing. Dan ini juga bentuk nasionalisme gue nih, bahwa gue cinta produk dalam negeri (sebenarnya sih karena gue kurang update lagu luar beberapa minggu belakangan ini).

And, inilah dia playlist recomended gue buat bulan agustus.

1. Indigo Moon - Puzzlement



Hmm, sulit buat gue menjelaskan siapa mereka. Yang pasti Indigo Moon adalah proyek dua orang, Gogor Seta Dewa dan Kusuma Prasetyo Putro. Musiknya akustikan. Yang cukup unik menurut gue adalah pembagian vocalnya. Hm, lumayan asyik lagunya...

2. Black Coffe Monologue - Two Year



Beberapa lagu mungkin nggak menarik namun bisa membuat seseorang terikat secara emosional. Begitulah lagu ini bagi gue. Entah kenapa liriknya kena banget walau secara musik terkesan sederhana. Black coffe Monologue adalah proyek pribadi Adit Kompoel, vocalis metal yang sekarang juga main di jalur akustikan. Ternyata dari head bang ke musik easy listening nggak terlalu jelek juga.

3. Knee and Toes - I Got You




Musisi jaman sekarang emang suka pake nama yang aneh-aneh. Untungnya nama yang aneh itu di imbangi dengan kualitas yang cukup mumpuni. Sama kayak Knee and Toes ini. Terdiri dari Ristri Putri dan Bie Paksi, duo asal malang ini punya kans untuk jadi salah satu duo yang punya masa depan cerah di musik Indonesia. Nggak percaya? Dengerin aja sendiri...!

4. Tetangga Pak Gesang - Siapa Dia



Tetangga kok gitu? Bukan, yang ini namanya Tetangga Pak Gesang. Digawangi (apa sih arti digawangi itu?) oleh Arum Tresnaningtyas dan Meicy Sitorus, Tetangga Pak Gesang adalah perpaduan antara keusilan, keriangan dan pokoknya segala sesuatu yang menyenangkan. Kalau ditanya, mereka ini siapanya pak Gesang, gue nggak tau. Mungkin aja mereka beneran tetangga Pak Gesang. Yang pasti mereka ada nge-cover lagu Bengawan Solo. Dah itu aja yang gue tau. Cari sendiri deh lagunya, usaha dikit napa...

5. Merah Bercerita feat Cholil - Bunga dan Tembok



Sebagai penggemar ERK gue ngerasa harus memasukkan lagu ini. Sekali denger semua pasti langsung tau, lirik lagu ini emang diambil dari pusinya Widji Thukul, tokoh perlawanan yang menghilang hingga sekarang. Dinyanyikan Fajar dan Cholil ERK, lagu ini syarat semangat perlawanan. Hm, gue sendiri nggak bisa sekedar mendengar lagu, namun juga meresapi semangat itu, semangat anti tiran dan semangat perlawanan.

Yah, itu dulu deh lagu gue bulan agustus ini. Ntar kalo inget gue tambahin lagi. Soal musik, soal selera, kalo nggak cocok ya tinggal dinikmati aja. Dan jangan lupa, sebuah karya tetap sebuah karya. Heromati yang buatnya dengan beli yang asli bukan yang bajakan...

1

LIFE IS FULL OF IRONY

Posted by Santosa-is-me on 5:39 PM in
Seandainya memang ada yang namanya dunia paralel, gue selalu membayangkan, kehidupan gue di dunia yang lain itu seperti apa ya kira-kira? Dan gue cuma bisa membayangkan gue di dunia paralel itu kalo nggak seorang filsuf, pastilah orang gila....

Gue emang sering mikirkan sesuatu yang nggak penting. Itulah kenapa, gue selalu mikir di kehidupan yang berbeda mungkin gue adalah seorang filsuf macam-macam Aristoteles yang suka mikir yang dalam-dalam dan berat, atau mungkin orang gila yang mikirnya nggak jelas....

Salah satu hobi yang sering gue lakukan adalah duduk sendirian di kafe dan merenung sambil liat hujan turun dari langit (kalo lagi hujan) atau bintang yang kalah terang sama lampu di bumi (kalo lagi cerah). Apa yang gue renungkan? Macem-macem. Tentang diri gue, tentang Tuhan, tentang sekitar gue, sampe hal-hal yang kadang-kadang menurut gue sebenarnya nggak perlu dipikirin sama sekali.
Merenung, sambil nungguin hujan berenti,
Lebih karena kurang kerjaan sih...
Tapi gue senang melakukan ini. Bagi gue, ini adalah cara gue untuk berdamai dengan logika. Terkadang informasi yang datangnya dari luar sangat mempengaruhi gue. Kita adalah apa yang kita lihat dan dengar. Tapi apakah apa yang kita lihat dan kita dengar itu adalah sesuatu yang benar? Nggak juga. Karena itulah, proses merenung ala gue ini sering kali jadi tempat gue memadukan informasi, logika, dogma dan rasa. Sehingga gue akan dapat kesimpulan sendiri terkait satu permasalahan. Makanya nggak heran, gue sering kali punya persepsi yang agak beda dengan temen-temen gue dalam banyak hal.

Salah satu topik yang nggak ada habisnya untuk gue renungkan selain Tuhan tentu saja soal hidup. Bagi gue hidup itu ibarat kado yang nggak kita tau apa isinya. Kita mungkin punya macem-macem keinginan, tapi kita nggak pernah tahu hadiah macam apa yang bakal diberikan oleh orang lain. Kejutan. Bagian inilah yang paling menyenangkan dalam hidup, sekaligus juga kadang-kadang tragis.

Tapi tak ada yang lebih menyedihkan dari orang yang hidup dalam ironi. Gue seringkali menemukan banyak kasus seseorang yang kita anggap sempurna ternyata merasa hidupnya nggak seperti itu, bahkan depresi dan merasa kosong. Tadinya gue selalu menganggap uang, popularitas, dan kehormatan adalah segalanya. Tapi ternyata nggak juga, banyak orang yang justru merasa depresi ketika justru ia hidup dalam kesempurnaan di mata orang lain. Hidup emang penuh ironi kan?
Apa sih kebahagiaan itu?
Berita terbaru, adalah soal wafatnya Robin Williams. Waktu pertama dengar beritanya, gue nyaris nggak percaya. Tapi begitu gue serching-searching lagi infonya di internet, ternyata benaran dia wafat. Dan tragisnya, kabarnya om Robin Williams wafat karena bunuh diri. 

Ironis kan? Siapa sih yang nggak kenal Robin Williams. Gue adalah penggemar film-fimnya yang selalu mampu menghibur gue dari jaman gue masih bocah sampe sekarang gue udah gede. Tampangnya yang komikal menurut gue selalu mampu mengundang tawa. Dan sederet video stand up comedinya juga selalu bisa bikin gue ngakak dengan segala kelucuannya. Tapi orang yang selama ini berhasil menghibur gue dengan tawa ternyata hidupnya sendiri berada dalam ironi sehingga sampai merasa harus bunuh diri.

Mungkin benar kata Raditya Dika, hampir kebanyakan komedian itu justru hidup dalam ironi. Woddy Allen ngerasa hidupnya kosong, Jerry Lewis takut sama komitmen, Mitch Fatel mesum minta ampun, Owen Wilson udah pernah nyoba bunuh diri, dan parto pernah nembak di tempat umum (belum ada yang segila ini kan!?). Mereka mampu bikin orang tertawa, mereka juga populer, kaya, dan punya segala hal yang bahkan diimpikan orang-orang tapi kadang mereka justru kehilangan kebahagiaan untuk diri mereka sendiri.

Mungkin benar, kekayaan, ketenaran, dan kehormatan mungkin adalah hal yang penting dalam hidup, namun mereka adalah frasa yang berbeda dengan kebahagiaan. Mereka sesuatu yang penting memang, tapi akan percuma jika tak bermuara kepada kebahagiaan. So, mari berikan senyuman pada dunia kita yang penuh ironi.
goodbye, mr. Williams, thanks for all the laughs
Dan sampaikan salam perpisahan untuk Robin Williams yang sudah menghadirkan sedemikian banyak kebahagiaan untuk gue, anda dan kita semua.

3

WAOW KIRGIZSTAN WAOW....

Posted by Santosa-is-me on 2:31 PM in
Temen gue yang emang doyan traveling kemaren ngajak gue traveling...

Temen : Mau ikutan traveling yok, ke luar negeri...
Gue : (Dengan semangat) mau lah, emang mau ke mana?
Temen : Kirgizstan
Gue : Kemana?
Temen : Kirgizstan
Gue : Eh, kemana? 

Dan gue mendadak budek. 

Yupz, tanpa angin, tanpa hujan temen gue ngajak traveling ke negeri antah berantah yang mungkin Tin-tin aja nggak tau itu dimana. Emang dia ngajak nggak sekarang sih, tahun depan, tapi dengar nama Kirgizstan yang disebut, gue jadi mikir, jangan-jangan temen gue ini bukan mau traveling. Jangan-jangan dia sebenarnya adalah agen CIA yang ingin menyusup ke instalasi bawah tanah Russia di negara tersebut. Dan gue diajak agar bisa dijadikan korban seandainya misi gagal (kebanyakan nonton film emang gue).

Waktu pertama di sebut Kirgizstan, yang langsung muncul di kepala gue adalah Sabina Altynbekova, pemain volli yang cakep dan kalo pasang foto di Instagram suka sok-sokan no mention ke gue. Tapi ternyata, Sabina itu datangnya dari Kazakhstan, bukan Kirgizstan. Gue salah ternyata. Dan gue jadi males mau ke Kirgizstan.
What should I do, Sab?
Tapi karena penasaran gue tetep searching di Google. Jaman sekarang mah sudah serba mudah. Semua tinggal ketik di google, dan apa aja keluar.

Pertama-tama gue ketik keyword KIRGIZSTAN. Dan gue berhasil dapat peta lokasi negara itu. Negara itu ternyata berbatasan dengan China, Tajikistan, Uzbekistan dan Kazakhstan (wah gue bisa sekalian nyebrang buat kopdar sama Sabina nih).  Tepatnya berada di Asia Tengah. 
Ternyata masih ada dalam peta...
Oke, gue udah tau tempatnya. Terus ada apa di sana?

Gue lanjutkan pencarian dengan keyword yang sama. Dan hasilnya gue jadi terkagum-kagum dan cuma bisa bilang "Waow!"


Waow 1
Waow 2
Waow 3
Waow 4
Waow 5
Kirgizstan ternyata sebuah negri dengan pesona alam yang benar-benar keren menurut gue. Kalo kita biasa ngeliat foto-foto pemandangan yang keren banget di desktop komputer kita, mungkin itu datangnya dari Kirgizstan. Waow deh pokoknya waow.

Oke, meski gue udah cukup kagum dengan pesona alam di Kirgizstan, namun gue masih ragu buat pergi. Apalagi bujet ke sana juga nggak sedikit. Emang nggak segede mau ke Eropa. Tapi ya tetep aja, ini mau ke luar negeri bukan mau ke Singkwang. Bujet tetep harus tebal. Belum lagi mikir kalo ini negara kecil, gimana transportasinya, gimana ntar akomodasinya, gimana nanti makannya, dll. Ntar bukannya happy malah jadi ribet sendiri.

Karena itulah gue cari lagi informasi untuk bisa meyakinkan gue buat traveling ke sana. Maka gue search-lah di Google dengan keyword KIRGIZSTAN GIRLS. And tarra........ inilah yang gue dapet.
Kayaknya gue mau deh ke Kirgizstan...
Kayaknya gue harus nih ke Kirgizstan...
Gue harus ke Kirgizstan!
Pokoknya gue wajib ke Kirgizstan!!!!!
Kirgizstan, gue datang.....!!!!
Oke, habis itu gue langsung mutusin gue harus ke Kirgizstan. Cewek-ceweknya kelihatannya cekep-cakep dan lugu-lugu.

Ternyata banyak tempat hebat di dunia ini yang nggak gue tau...

2

BE A GREAT DAD, BRO!

Posted by Santosa-is-me on 5:19 PM in
Gue selalu menganggap pernikahan itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Sebuah tanggung jawab yang nggak main-main. Karena itu perlu lebih dari sekedar alasan "kepengen" untuk melakukannya.

Menurut keyakinan agama gue, ketika seorang pria menikahi seorang perempuan, maka tanggung jawab atas perempuan tersebut berpindah dari ayahnya ke sang suami. Karena itu, yang namanya pernikahan bukan sekedar urusan dunia, tapi juga akhirat. Suami bertanggung jawab atas istri. It's mean bahwa dosa istri akan selalu nyiprat juga kepada suami. Makanya nggak mudah lho jadi suami itu.... (please, correct me if i'm wrong)

Tapi pernikahan itu sesuatu yang indah lho. Hanya saja ia butuh kesiapan, waktu yang tepat dan tentu saja, pasangan yang tepat. And jangan lupa, yang namanya pernikahan bukan cuma pesta sehari dua hari. Pernikahan adalah jalan panjang yang penuh liku dan tantangan. Gue sendiri selalu berharap bisa kayak Emak dan Bapak gue, yang alhamdulillah bisa terus sama-sama hingga salah satunya dipanggil duluan oleh Tuhan.
hidup adalah petualangan...
Life is a never-ending process. Gue terkadang berfikir bahawa jaman gue masih bocah dulu itu enak banget ya. Bisa bebas ngapain aja, main-main, dan hidup tanpa beban. Tapi apakah hidup yang seperti itu yang gue inginkan? Dan setelah gue renungkan kembali, ternyata nggak. Setiap orang ingin selalu bersenang-senang. Namun di saat yang sama, belajar bertanggung jawab terhadap hal-hal baru dalam hidup adalah sebuah petualangan yang jauh lebih menyenangkan.

Gue sendiri sedang menapak proses hidup yang lebih jauh. Membangun karir dan menanti proses menuju petualangan-petualangan baru yang mungkin akan tiba kelak. Dan gue bersyukur banyak temen-temen gue yang sudah lebih duluan menikah. Mereka-mereka ini telah memasuki sebuah petualangan baru bernama kehidupan rumah tangga. Dan gue banyak belajar dari mereka.
Sebuah tanggung jawab, sekaligus petualangan...
Dan kini, beberapa teman gue juga sedang menapak proses petualangan yang lebih tinggi lagi, menjadi seorang ayah. Ketika kemaren, gue menjenguk salah seorang teman yang istrinya baru melahirkan anak mereka yang pertama, gue bisa merasain sendiri bagaimana menjadi seorang ayah itu sesuatu yang sangat sangat sangat luar biasa. Pemikiran bahwa ada seorang bocah yang datang dari darah daging kita sendiri, yang akan kita jumpai setiap hari, yang akan memanggil kita Ayah dengan lidah cadelnya, dan mencopy segala perilaku yang kita contohkan padanya, serta melihat mereka tumbuh menjadi dewasa. Kepikiran juga sih betapa repotnya kalau dia lagi rewel, capeknya begadang kalo dia kebangun tengah malam, atau kebandelannya yang mungkin bakal bikin kita jengkel setengah mati. Tapi gue yakin, semua itu nggak akan sanggup bikin rasa bahagia menjadi seorang ayah itu hilang. It's wonderful feeling, dan nggak ada yang bisa dibandingkan dengan itu....

So, gue cuma bilang gue bahagia atas predikat baru temen gue ini. Gue harap suatu saat nanti gue juga bisa menyusul menjalani petualangan-petualangan baru. Secepatnya. Dan gue berdoa yang terbaik buat kalian. Dan yang belum semoga aja disegerakan...
be a grat dad, my bro!
 Welcome to the world, baby girl. And be a great dad, my bro!

1

ALL HAIL ANGGY

Posted by Santosa-is-me on 4:05 PM in
Siapa sih Anggy Umbara? Kagak tau?
Tampangnya rada cucok ya bo...
Tapi paling nggak kenal dengan filmnya kemarenkan yang lumayan sukses besar Comic 8? Comic 8 sendiri bagi gue adalah salah satu pencapaian menarik buat film bergenre comedy di Indonesia. Karena film ini sukses mengangkat kelucuan yang mampu bikin gue ketawa di sebagian besar film.

Nggak banyak film comedy Indonesia yang sukses benar-benar mencuri hati gue. Get Merried dari 1 sampe ke entah berapa, nggak satupun yang gue suka. Begitupun produksi-produksi Kawin Kontrak, film-film Raditya Dika, sampe film-film yang dari premisnya aja sebenarnya udah aneh namun nggak mampu bikin orang ketawa nontoninnya. Terakhir film comedy yang gue ingat membekas di kepala gue adalah Punk in Love. Selebihnya, gue nggak ingat ada yang mampu bikin gue ketawa, atau minimal kepengen nontonnya di bioskop.

Yah, yang namanya film komedi sudah jelas adalah film yang mampu bikin orang ketawa, bahkan sampe ngakak. Hanya saja mungkin selera humor seseorang itu beda-beda. Selera humor orang Indonesia dan Amerika jelas beda. Makanya tak jarang film bergenre komedi di paman sam sana, di Indonesia malah bikin bingung, lucunya dimana?

Gue sendiri bukan penikmat komedi slapstik. Gue cenderung orang yang menikmati komedi yang terselip dalam dialog-dialog yang kocak. Makanya dari dulu gue demen banget sama serial Friends (dan gue paling demen sama Chandler Bing). Tapi selera gue nyatanya nggak melulu sama dengan temen gue. Menurut gue film macam Yes Man, Get Smart atau (500) Days of Summer itu lucu sementara temen-temen gue nggak.
Gue suka bukan karena merasa senasib...
Balik ke Anggy Umbara, dia termasuk salah seorang sineas muda yang cukup potensial di ranah perfilman Indonesia. Latar belakangnya sebenarnya musik (dia personil Purgatory, anak metal pasti pada tahu) dan juga sempat menggarap beberapa video clip. Dengan modal seperti itu, lantas bung Anggy terjun bebas ke dunia film Indonesia yang gue sendiri bingung nyebutnya gimana, menggeliat tapi juga sekarat.

Jam terbangnya belum banyak. Dia baru menelurkan (emangnya ayam?) praktis baru tiga film. Tiga film itu, Mama Cake, Coboy Jr: The Movia dan Comic 8. Gue baru kesampaian nonton dua diantaranya. Namun itu cukup buat gue mengambil kesimpulan bahwa om Anggy ini punya potensi besar di film Indonesia. Salah satu yang gue suka adalah daya eksploratifnya baik dari sisi cerita maupun sinematografinya. Beberapa kayaknya agak berlebihan dan nggak sempurna, namun setidaknya lumayan membuktikan bahwa penonton Indonesia nggak anti terhadap terobosan baru.

so, All hail Anggy Umbara. Semoga jadi salah satu angin segar buat industri perfilm-an tanah air. Cari duit sih boleh, tapi ya jangan gitu amat ya, sampe-sampe idealisme digadaikan. Maklum bisnis film ini bisnis yang kejam. Jangan gitu ya, jangan....

Btw, gue udah nonton Mama Cake dan Comic 8. And menurut gue kedua filmnya nggak jelek. Boleh dicari deh buat yang belom nonton. Dan kata temen-temen gue film Coboy Jr : The Movie juga lumayan. Yah, tapi Coboy Jr sih ya, mau gimana lagi....

Steven Spielberg juga nggak akan bisa apa-apa kalo ini mah....

0

CAN'T TAKE MY EYES OFF OF YOU

Posted by Santosa-is-me on 12:21 AM in
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
And I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you


Taukan ini lirik lagu apa? Lha di judul post ini kan udah gue tulis, gimana sih?

Ini lagu lama banget sebenarnya. Dan juga lagu ini terkenal banget. Mungkin di sini pada nggak ngeh dengan intronya atau karena belum dengerin langsung lagunya. Tapi kalo udah dengar lagunya, apalagi pas bagian reff-nya, gue yakin pasti ngerasa minimal udah pernah dengar.

Gue sendiri udah lama nggak denger lagu ini. Cuma kemaren pas lagi libur lebaran, gue iseng aja kepengen nonton film-film lama bagus yang udah pernah gue tonton. Hitung-hitung ngabisin waktu sampe masuk kerja lagi. Dan salah-satu film bagus yang gue tonton adalah 10 Things I Hate About You. 

Film ini boleh dibilang comedy romance remaja. Dengan jajaran akting macam Heath Ledger, Julie Stiles (yang main di Silver Lining Playbook, dan Bourne Series) serta Joseph Gordon Levitt mungkin langsung mikir ini film yang penuh dengan bintang-bintang keren. But wait, ini tahun 1999. Heath Ledger baru main dua film sebelumnya, dan Joseph Gordon Levitt masih cowok culun yang ketakutan jadi jomblo.

Nah, buat yang udah nonton, pasti ingat salah satu film scene ini dimana Patric Verona (karakter yang diperanin Heath Ledger) nyanyiin lagu "Can't Take My Eyes Off of You," ini di stadion buat minta maaf sama Kat Straford (karakter yang dimainin sama Julie Stiles). Menurut gue ini adalah salah satu best momen di film ini selain adegan Kat nyelamatin Patric dari detensi, ofcourse.


Karena film itulah gue jadi rindu kepengen dengerin lagu ini. Seperti yang udah pada tahu, lagu ini udah terkenal banget dan udah banyak banget yang ngecover dengan beragam versi. Nah, di sini gue bakal share beberapa. Siapa tau ada yang suka.

Versi yang asli, dinyanyiin Frankie Valli and The 4 Seasons

Versinya Frank Sinatra, mode Clasic Jazz

Versinya Manic Street Preachers

Versi yang rada nge-Rock, dibawain sama MUSE

Versi tukang cover, Walk Off the Earth feat Selah Sue

Versi India, buat para pencinta Bollywood

Versi Cinanya juga ada, kagak ngerti siapa yang nyanyi

Versi Girlband juga ada, punyanya SNSD



Itu aja dah ya... Konon saking terkenalnya lagu ini, udah lebih dari 200 artis yang ngebawain ulang lagu ini dengan beragam versi. Nggak mungkin gue pajang di sini semuanya. 

Terus pada lebih suka versi yang mana?

Terakhir, karena terlanjur udah ngomongin 10 Thing I Hate About You, waktu pertama nonton dulu gue nggak ngerti kenapa judulnya begini. Tapi pas nonton ulang baru deh gue ngeh kalo itu adalah puisi yang dibacain oleh Kat Straford menjelang akhir film. Juga salah satu adegan favorit gue di film ini.


2

WHEN JOMBLO MET LEBARAN

Posted by Santosa-is-me on 8:19 PM in
Hai jomblo.... masih sendirian lebaran ini? Makanya, kurang doa sih kalian pas Ramadhan kemaren itu... 

Kalo ditanya gue gimana? Gue juga masih Single sih, tapi bukan jomblo. Beda lho. Jomblo itu gara-gara nggak laku, kalo single itu emang belum ketemu yang pas aja (ah... alasan doang aja sih ini).

Nah Jomblo yang ketemu dengan Lebaran, alias pas lebaran masih sendirian selalu jadi bahan bully sama temen-temen, keluarga bahkan orang tua. Ketemu temen-temen gue, yang ditanyain apa? "Udah nikah belom?" Ketemu keluarga dan sanak sodara yang ditanyain juga apa? "Kok sendirian aja?" Terakhir yang paling berat ketika sungkem sama orang tua, yang di doain apa? "Semoga kamu segera ngasih emak cucu."
Pas ramadhan tuh, doanya gini....!
Gue termasuk orang yang cuek banget dengan hal beginian. Gue bukan tipe orang yang jadi khawatir dan buru-buru kepengen nikah cuma gara-gara sebagian besar temen gue udah pada nikah bahkan udah punya anak. Bagi gue, pernikahan itu sesuatu yang sakral. Yang gue harap terjadi hanya sekali dalam seumur hidup (tentu kalau Tuhan mengizinkan ya...). Prinsip gue menikah itu adalah karena udah siap, udah pas waktu yang tepat dan sama pasangan yang tepat. Kalo tiga variabel itu belum terpenuhi, ngapain gue ngotot juga.

Cuma yang agak mengganggu di lebaran kali ini, proses bully terhadap ke-Single-an gue, menurut gue udah masuk ke level yang lumayan ekstrim. Terutama yang datangnya dari keluarga dan sanak sodara. Kalau dulu mungkin cuma dalam bentuk kalimat tanya "Kapan nikah?" yang biasanya dengan enteng gue ladenin dengan jawaban "Mei. Mey be yes, may be no." Nah, kalo sekarang, keluarga gue malah udah berubah jadi kayak agen biro jodoh. Ada yang nawarin mau dijodohkan dengan si A. Atau mau dikenalkan dengan si B. Bahkan ada yang pake ngeliatin fotonya segala. Dikira ini mau belanja online kali.... Yah, gitulah keluarga gue. Yang ngejalanin hidup siapa, yang heboh siapa...

Gue sih senang aja sebenarnya. Itu tanda bahwa keluarga besar gue sebenarnya sangat perhatian dengan gue. Yah cuma itu, gue nggak bisa membayangkan gimana nasib jomblo-jomblo lain yang juga mendapat perlakuan sama pas lebaran dan dia nggak secuek dan sesantai gue. Barangkali ntar muncul berita "Jomblo gantung diri karena frustasi ditanyain kapan nikah pas lebaran."

Pada akhirnya jomblo bukanlah aib. Karena itu, ngapain malu jadi jomblo sampe maksa-maksain nyari pasangan biar nggak dikatain jomblo. Mari lihat dari sudut pandang berbeda. Dengan jadi jomblo, terkadang seseorang punya keistimewaan yang nggak dimiliki oleh orang yang udah berpasangan. Seperti bebas mau kemana aja, dengan siapa aja, atau mau bikin apa aja. 

Mau abisin gaji buat nyoba bisnis baru, bebas-bebas aja. Mau jalan-jalan traveling hingga ke tengah hutan terus lari ke pantai, silahkan. Mau ngajak anak gadis tetangga buat nemenin pergi kondangan, nggak perlu takut ada yang cemburu. 

Lebaran, baik single atau udah punya pasangan, ya tetep lebaran aja namanya. Tuhan nggak mendiskriminasikan mereka yang jomblo kok. Santai aja... 

Nikmati ajalah masa-masa pencarian ini semaksimal mungkin. Ntar, kalo udah waktunya dan udah siap, Tuhan pasti ngirim jodoh yang tepat buat kita dengan jalan yang tak diduga-duga. Banyak kan ceritanya orang nyari pacar kemana-mana, taunya jodohnya sama dengan yang di belakang rumah?


Tak ada diskriminasi bagi jomblo...


2

RAMADHAN TERBAIK

Posted by Santosa-is-me on 11:33 PM in
Gue cuma mau mendeklarasikan satu hal, ramadhan kemaren, ramadhan yang baru lewat itu, adalah ramadhan terbaik menurut gue.

Mungkin ini bakal subjektif. Dan lagi-lagi ini juga bakal personal banget. Karena alasan-alasan gue untuk buat ngejadiin Ramadhan kemaren sebagai ramadhan terbaik mungkin nggak akan bisa diterima oleh orang lain selain gue.

Tapi pertama gue mesti ngakuin dosa dulu. Ramadhan gue yang kemaren ini ibadah gue nggak sebagus ramadhan-ramadhan sebelumnya. Asal tau aja, sekampret-kampretnya gue, tiap ramadhan gue selalu punya standar amal yang selalu mampu gue capai. 

Sayangnya, untuk ramadhan terakhir kemaren itu, gue nggak mencapai sebagian besar target gue. So, dari sisi ini sebenarnya ada penurunan dalam diri gue. Ramadhan gue sebelumnya jauh lebih bagus, in case kalo gue ngeliat semata-mata dari pencapaian amal gue.

Namun, kenapa gue ngasih title Ramadhan ini sebagai ramadhan terbaik gue? Jawabannya, karena gue ngerasa, entah kenapa, di Ramadhan kemaren ini gue berasa deket banget sama Allah. Itu yang gue rasain banget kemaren. Bahkan dalam ibadah-ibadah gue yang sebenarnya sedikit, gue mampu ngerasain benar kayak gue sedang berkomunikasi sama Allah.
Gue ngerasa Ramadhan ini gue lebih khusyuk....
Kalo gue analisa sedikit, mungkin ada penjelasan kenapa gue ngerasa seperti ini. Tidak lain dan tidak bukan, karena sebuah kesadaran baru yang gue dapet, bahwa gue nggak bisa apa-apa tanpa Allah. Dan kalau mau ngomongin ini cerita bakal mundur ke kejadian beberapa bulan sebelumnya. Ketika gue ketemu somebody who changed me a lot (cuma gue nggak bakal cerita di sini, nggak sekarang).

Gue percaya, ketika seseorang pada titik terbawah, ketika dia merasa rendah serendah-rendahnya, merasa bahwa ia berada pada titik "nggak tau mau kemana lagi," pada saat itu juga dia akan mendapat penyadaran bahwa manusia hanyalah satu entitas dalam semesta. Itulah yang akhirnya gue fahami di ramadhan ini, bahwa terkadang, usaha manusia sehebat apapun belum cukup tanpa bantuan Allah. Pemahaman bahwa sesungguhnya gue nggak bisa apa-apa tanpa Allah.

Gue menyadari sesungguhnya, sebelumnya entah disengaja atau tidak, gue sedikit merasa sombong. Ngerasa bahwa usaha gue adalah segalanya. Atau bahkan, entah gue sadar atau nggak, semenjak meninggalnya bapak gue, masih ada perasaan nggak menerima dalam diri gue. Perasaan gue seolah-olah nggak setuju sama takdir kenapa bapak gue dipanggil sebegini cepat? Menurut gue itu hal yang manusiawi ketika seseorang kehilangan orang yang dia cintainya.

Dan entah sadar atau nggak, itu menjadi bibit benalu yang menjalar. Selama tiga tahun ini, gue seperti ingin berontak sama Allah, banyak protes sama takdirnya, dan kadang ngelanggar perintah-perintah-Nya. Dan di tahun ini, Allah ngasih tamparan berharga ke gue. Seolah Dia kepengen bilang "Kamu tanpa Aku nggak akan bisa apa-apa." Sebuah tamparan yang syukurnya nggak harus menyakitkan, namun mampu bikin gue terjungkal sampai ke titik terbawah dalam hidup gue.

Syukurnya, tamparan itu benar-benar bikin gue berubah. Seolah hidup gue yang sebelumnya isinya protes aja sama Tuhan, kini lebih teratur dan punya tujuan. Ibarat kemaren itu gue lagi tersesat, sekarang Allah ngasih gue kompas biar gue bisa terus berjalan sampe tujuan. Nggak tahu gue bakal sampai tujuan yang gue inginkan atau nggak, tapi yang pasti, walau destinasi di sana bukan yang gue inginkan, pastinya itu adalah tempat yang sama indahnya dengan yang ingin gue tuju sekarang.

Yap, Ramadhan kemaren gue bertobat dari dosa besar yang lama ngendap di hati gue. Dosa berupa kesombongan gue sama Allah. Padahal kesombongan inilah dosa yang paling tua. Dosa yang bikin Iblis akhirnya diusir dari langit dan dikutuk sepanjang jaman.

Plus, gue juga masih berhutang sama bapak gue yang udah tenang di alam sana. Berhutang seorang anak yang soleh yang senantiasa ngedoain dia. Gue belum benar-benar jadi anak yang soleh sih, tapi mudah-mudahan hutang gue ini bisa segera gue lunasi.

Dan terakhir, gue berharap Ramadhan tahun depan gue bakal punya cerita lain. Cerita yang bisa bikin gue menempatkan Ramadhan tersebut sebagai ramadhan terbaik. Gue percaya, Allah sudah nyiapkan beragam cerita buat gue di setiap ramadhan semenjak hari ini. Semoga gue bisa memahami segala petunjuk-petunjuk-Nya.

Allahummahdina fiman hadait...
Ya Allah, berikanlah kami hidayah-Mu

Allahumma inna asaluka rahmatan min indika taqdii bihaa qalbii
Ya Allah, aku memohon rahmat-Mu yang dapat memberi petunjuk kepada hatiku

Happy Ied. Hopefully, you had a great ramadhan too

Eid Mubarak....

Copyright © 2009 BIG RHINO WHO WANTS TO FLY All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.